Ini Lima Poin Kesepakatan Terkait Polemik PT.BNJM dan PT.SEM

oleh -199 views

TEWENEWS, Tamiang Layang – Hasil mediasi terkait polemik kedua perusahaan yang bergerak dibidang batu bara yakni PT Bangun Nusantara Jaya Makmur (BNJM) dengan PT Senamas Energindo Mineral (SEM) mendapatkan lima poin kesepakatan.

Mediasi yang dihadiri oleh pihak PT BNJM, PT SEM, APB, Kepala Desa Telang Baru Syahminan, perwakilan dari Desa Juru Banu dan perwakilan dari Kecamatan Paju Epat, dimediatori langsung oleh Kapolres Bartim AKBP Zulham Effendy, SIK, MH tersebut dilaksanakan diruang rapat Mapolres Bartim, Rabu (13/2/2019) berjalan aman dan lancar.

“Walaupun mediasi tadi berlangsung cukup alot. Namun hasilnya tadi kita simpulkan ada lima poin kesepakatan yang disepakati pengguna jalan Eks Pertamina tersebut,” ujar Kapolres saat diwawancarai awak media, Rabu (13/2/2019).

Kapolres yang tegas ini mengatakan, kelima poin tersebut yakni :
1. PT BNJM dan PT SEM sepakat tidak akan menggali, memberhentikan, atau menutup akses jalan Eks Pertamina maupun jalan sekitar jalan Telang Baru.
2. Akan ada pertemuan minggu depan dengan mengundang pengguna jalan eks Pertamina dan seluruh/perwakilan masyarakat/desa yang melintasi jalan eks pertamina terkait bagaimana pengelolaan jalan tersebut.
3.Kita sepakat warga Telang Baru, Juru Banu maupun Paju Epat tidak akan menutup akses jalan dengan alasan apapun.
4.Para pimpinan perusahaan, Kades, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama agar kesepakatan ini harus dijalankan dan bersama-sama bertanggung jawab menangani masalah.
5. Terkait permasalahan lahan yang diklaim PT BNJM maupun PT SEM satu objek yang sama, silahkan mengajukan gugatan ke hukum.

“Apabila kedua perusahaan merasa dirugikan silahkan melapor ke pihak yang berwajib, kita akan proses sesuai ketentuan hukum. Namun apabila ada pelanggaran penipuan pemalsuan dan sebagainya akan terkena tindak pidana,” tegasnya.

Dirinya menegaskan, apabila tidak ada kesepakatan disini, saya akan menggunakan kewenangan saya selaku Kapolres untuk memberikan rasa aman pada masyarakat.

“Intinya kita tidak mau polemik antara perusahaan ini terus menerus tidak ada titik terangnya sehingga melibatkan masyarakat secara luas. Kasian masyarakat yang terkena dampak akibat kedua perusahaan tersebut,” timpalnya.

Seperti diketahui sebelumnya, permasalahan tersebut berawal dari masalah tanah dan tagihan sehingga PT SEM diduga memutus akses jalan PT BNJM. Selanjutnya PT BNJM juga diduga melakukan hal yang sama. Dan akibat kejadian tersebut, masyarakat pengguna jalan tersebut merasa jengkel atas ulah kedua perusahaan tersebut dan akhirnya sempat menutup jalur Hauling PT SEM dan PT BNJM.

Dari hasil mediasi tersebut juga disepakati akan ada mediasi kedua terkait CSR dan bagaimana perawatan jalan Haoling Eks Pertamina. “Mediasi kedua direncanakan diruang rapat Polres Bartim minggu depan,” pungkasnya.(TWN5)