Ini Tanggapan Rusdi Agus Santoso SH, Terkait Rencana Pemkab Kapuas Pinjam Rp 610 Miliar ke PT. MSI

oleh -81 views

TEWENEWS, Kuala Kapuas – Pemerintah Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, berencana dianggaran tahun 2020 akan meminjam dana sebesar Rp 610 miliar kepada PT. Multi Sarana Insfrastruktur (PT.MSI). Terkait hal itu Rusdi Agus Susanto seorang Lawyer, putra kelahiran Desa Pulau Mambulau, Kapuas menyatakan bila ini benar terjadi maka pembayaran akan menjadi beban di tahun-tahun selanjutnya.

“Dampak bebannya adalah kebutuhan pembangunan untuk tahun berikutnya tidak dapat terpenuhi secara maksimal, karena postur APBD Kabupaten kapuas akan diprioritaskan untuk bayar utang, otomotis akan menjadi beban dan tanggungjawab Bupati berikutnya. Kita ketahui Bupati saat ini sudah dua periode, apalagi kalau jadi calon Gubernur, berarti akan menyisakan beban utang untuk pemerintah selanjutnya,” ujar Rusdi kepada tewenews.com, Selasa (5/11/2019).

Baca Juga :   Penjual Bendera Merah Putih Rambah Kota Kuala Kapuas

Ia memaparkan, sementara kebutuhan masyarakat untuk masa mendatang yang seharusnya menjadi skala prioritas sulit terealisasi karena APBD tersedot beban hutang dan berdampak pada kebutuhan pembangunan dan tuntutan masyarakat dimasa mendatang. Ini akan menimbulkan beban untuk pembangunan dan masyarakat, Belum lagi seperti yang kita ketahui persoalan defisit anggaran tahun 2017/2018 masih menyisakan persoalan dan pertanyaan dibeberapa kalangan.

Baca Juga :   Satpol PP-Damkar Terima Pos Pantau Untuk Pengawasan dan Ketertiban di Pasar 

“Sudahlah jangan terlalu menjanjikan pembangunan yang wahhh kepada masyarakat, jika harus berutang dan menjadi beban dimasa mendatang, sementara belum ada jaminan apakah berdampak positif untuk masyarakat,”ucap Rusdi Agus Susanto, yang juga tim Lawyer redaksi tewenews.com ini.

Sisi lain ungkap Rusdi agus, coba Pemkab Kapuas buka seterang terangnya RAPBD tahun 2020 terkait rencana pinjaman Rp 610 miliar, ekspose kepada masyarakat tidak usah ditutupi jika benar peruntukannya untuk pembangunan infrastruktur desa yang terisolir agar masyarakat jelas dan sama-sama dapat melakukan pengawasan realisasinya.

Baca Juga :   Ary Egahni SH Kunjungi Kapuas Adakan Rapid Test Massal

“Para kades lebih baik fokus saja terhdap pembangunan Desanya masing-masing, agar penggunaan DD dan ADD tepat sasaran dan tidak ada temuan, banyak persoalan di desa yang jauh lebih penting, tidak usah membuang waktu untuk masuk keranah eksekutif dan legislatif. Dan saya sebagai putra Kapuas akan pantau terus masalah ini,”pungkasnya.(Red)