Intip Lonjakkan Drastis Harta Kekayaan Sahbirin-Muhidin di tengah Banjir Kalsel yang Tak Kunjung Berlalu

oleh -2.293 views

TEWENEWS, Banjarmasin – Kalimantan Selatan adalah salah satu daerah di Indonesia yang kaya akan sumber daya alam. Alam kalimantan selatan yang begitu kaya dapat menjadi berkah bagi warga apabila dikelola dengan baik, sebaliknya dapat menjadi ancaman nyata jika dikelola dengan buruk, apalagi jika ditunggangi mafia.

Beberapa waktu lalu, Kalsel sempat di landa banjir besar. BNPB melansir kerugian warga akibat banjir tersebut mencapai Rp 1.3 Triliyun. Nilai yang begitu fantastis. Segelintir pihak mengklaim, banjir terjadi akibat curah hujan yang tinggi. Namun hasil kajian para pemerhati lingkungan menyatakan banjir terjadi akibat pengelolaan sektor SDA yang sembarangan, salah satunya tambang.

Warga Banua (sebutan Kalimantan Selatan), terutama para korban banjir menyuarakan kritik mereka terhadap Gubernur Kalsel saat itu, Sahbirin Noor. Bukan tanpa alasan, karena tepat beberapa waktu sebelumnya, sang Gubernur menyatakan Kalsel sudah bebas banjir di bawah kepemimpinannya. “Banyunya Lalu Haja”, Ujar Paman Birin. Kalimat tersebut viral menjadi bahan kritik masyarakat, karena pernyataan Sahbirin jelas jauh dari kenyataan. Kalsel justru tenggelam.

Baca Juga :   Pedagang Pasar Lok Baintan Mengeluh Sepi, Haji Denny Siapkan Event Internasional Dongkrak Pariwisata

Kritik masyarakat sempat membawa Sahbirin menjadi Gubernur yang terkenal, bagaimana tidak, alih-alih mencari solusi, Sahbirin justru mengancam warga pengkritik dengan jerat pidana UU ITE. Seketika, seluruh warga Indonesia gempar dibuatnya. Media mengecam, netizen mencibir, bahkan hampir seluruh organisasi advokat menyampaikan surat terbuka bersedia mendampingi para korban Sahbirin nantinya.

Sudah menelan rugi Rp 1.3 Triliyun, diancam pula dengan jerat pidana UU ITE. Malang sekali nasib warga banua. Di tengah kerugian bertubi-tubi rakyat, Sahbirin-Muhidin justru mengalami peningkatan kekayaan yang signifikan.

Baca Juga :   Barito Kuala Juga Akan Terapkan PSBB, Polres Gelar Rakor

Sahbirin, Gubernur Kalsel periode 2015-2021, pada LHKPN 2015 memiliki harta kekayaan Rp 500 juta. Pada LHKPN 2020, hartanya meningkat menjadi Rp 24 Milyar. Hanya dalam jangka waktu 5 tahun, hartanya meningkat 4800%, fantastis.

Muhidin, bekas penantang Sahbirin pada tahun 2015. Setelah membuat keputusan yang mengecewakan pendukungnya dengan tidak menggugat ke MK, kini Muhidin tampil sebagai Calon Kepala Daerah paling kaya se-Indonesia. Pada LHKPN 2015, harta kekayaannya Rp 76 Milyar. Pada LHKPN 2020, hartanya meningkat Rp 674 Milyar. Melonjak Rp 602 Milyar hanya dalam waktu 5 tahun. Sangat ajaib.

Kondisi di atas menjadi anomali tersendiri dalam dinamika kehidupan masyarakat di Kalimantan Selatan. Di saat warga mengalami rugi Rp 1.3 Triliyun akibat banjir, Sahbirin-Muhidin mengalami peningkatan harta kekayaan yang luar biasa, puluhan hingga ratusan milyar. Hal ini tentu memunculkan pertanyaan, bagaimana bisa?

Baca Juga :   Pos Penjagaan PSBB Di Depan Duta Mall aktif Lakukan Pemeriksaan, Dan Jalan Jalan Dalam Kota Banjarmasin Lengang

Terlepas dari berbagai fakta di atas, kini Sahbirin-Muhidin, keduanya menjadi pasangan serasi sebagai Calon Gubernur-Wakil Gubernur Kalimantan Selatan periode 2021-2024. Dua kekuatan modal yang dahsyat, sedang berjibaku bersiap menghadapi PSU yang digelar 9 Juni mendatang. Warga Banua berharap, apapun hasilnya, semoga tidak ada lagi ancaman UU ITE, tidak ada lagi banjir, dan kesejahteraan tersebar secara merata. [Tim]