Istri Minta Cerai, Tewas Dicekik Suami

oleh -17 views

TEWENEWS, Kapuas – Ironis nasip yamg dialami oleh Mahmudah (18) warga jalan Barito Rt 08 Kelurahan Selat Hulu Kecamatan Selat, Kabupaten kapuas, Kalimantan Tengah. Dia tewas ditangan Salmani  suaminya sendiri, peristiwa itu terjadi pada hari Kamis (9/8/2018) Sekitar jam 05.30WIB, di toko milik pak umar pesiunan Polri.

“Setelah mendapatkan informasi adanya peristiwa tersebut anggota polsek selat langsung mendatangi TKP dan mencatat para saksi dan mengamankan pelaku. Dan sudah di lakukan  indentifikasi korban oleh sat reskrim polres kapuas untuk olah TKP”, kata Kapolsek Selat AKP Waryono, Kepada wartawan.

Baca Juga :   Antisipasi Gangguan Keamanan, Polsek Selat Patroli Malam ke Pemukiman Penduduk

Kapolsek memaparkan, dari keterangan pelapor M. Umar, bahwa pada pukul 05.30WIB Tersangka Salmani, mendatangi rumahnya dan memberitahukan bahwa Salmani sambil menggendong anaknya telah membunuh istrinya di dalam toko yang mereka tinggali.

“mengetahui peristiwa tersebut Umar segera menghubungi ketua Rt 08 dan pihak Kepolisian dan langsung mengamankan terlapor ke kantor Kepolisian terdekat,”ujarnya.

Baca Juga :   Bincang Bincang Dengan Sari Aerobic, Sari : Instruktur Senam Juga Terdampak Covid-19

Lebih lanjut Kapolsek menjelaskan, Menurut keterangan dari tersangka sebelum terjadi pembunuh antara tersangka dan korban sempat ribut didalam toko dikarenakan istrinya meminta cerai. Kemudian pada pukul 03.00WIB tersangka bangun dan minum air putih kemudian langsung mencekek laher istri saya sampai tidak benapas lagi.

“Setelah membunuh istrinya,  tersangka mencoba melakukan bunuh diri dengan menggunakan tali rapia namun gagal karena tali tersebut putus, adapun korban langsung dibawa ke RS kapuas untuk dilakukan visum dan menunggu hasil dari dokter RS Kapuas terhadap hasil pasti kematian korban.

Baca Juga :   Keluar dari Penjara Mantan Kades Desa Ipu Askameng di Bacok Sukarni

“Akibat perbuatannya kepada tersangka kami kenakan pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu ,paling lama 20 tahun,”pungkas Kapolsek.(Jay)