Isu Pasien yang Meninggal Dapat Santunan, Siswandoyo : Tidak Ada Kecuali Nakes

oleh -176 views
H. Siswandoyo Juru Bicara Satgas Covid-19 Barito Utara saat menggelar Jumpa Pers, Senin (9/8/2021).

TEWENEWS,Muara Teweh – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Barito Utara menggelar jumpa Press Conference di Aula Pertemuan Dinas Kesehatan, ternyata isu bahwa pasien yang meninggal akan mendapatkan santunan itu tidak benar,
Senin (9/8/2021) siang.

Juru Bicara Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Barito Utara H. Siswandoyo mengatakan dalam beberapa minggu terakhir, penyebaran Virus Covid-19 di Kabupaten Barito Utara meningkat secara signifikan.

“Saat ini kasus terkonfirmasi sebanyak 1.087 orang, jumlah pasien sembuh sebanyak 882 orang, meninggal 33 orang, dan dalam perawatan baik di RSUD maupun Isolasi Mandiri sebanyak 167 orang,” Ungkap Siswandoyo.

Untuk kecamatan tertinggi yakni Kecamatan Teweh Tengah dengan jumlah kasus 796 orang, Gunung Timang 72 orang dan Teweh Baru 56 orang serta merata di 6 kecamatan lainnya.

“Jumlah bed untuk isolasi pasien sedang atau berat di RSUD sebanyak 103 bed dan yang terpakai 43 bed. Tingkat BOR kita dibawah 50%,” jelas Siswandoyo.

Sementara untuk vaksinasi dari 36.020 dosis yang diterima saat ini, telah dipakai sebanyak 35.120 dosis.

“Sisanya masih tersimpan di berbagai Puskesmas di Barito Utara, jadi kami mohonkan agar Puskesmas segera melaksanakan vaksinasi,” kata Siswandoyo.

Sedangkan untuk zonasi level PPKM Mikro di tingkat RT terdapat 565 RT zona hijau (0 kasus), 55 RT zona kuning (terdapat kasus 1-2 rumah), 13 RT zona orange (terdapat kasus 3-5 rumah), dan 0 RT zona merah.

“Dari 13 RT zona orange terdapat di Desa Batu Raya 2 dan Kandui, Kelurahan Jingah, Lanjas dan Melayu,” jelas Siswandoyo.

Dijelaskan juga bahwa saat ini, ketersediaan tabung oksigen masih aman.

“Perusda telah bekerja sama dengan Samator guna menyiapkan 40-50 tabung setiap hari. Dinkes Provinsi memfasilitasi pengisian tabung oksigen dari Provinsi Kalbar dan Kaltim,” ujar Siswandoyo.

Menjawab pertanyaan beberapa awak media, Jubir Covid-19 Barut menjelaskan bahwasanya pembuatan tempat Isolasi Mandiri Terpadu hanya dikhususkan untuk para pasien dengan gejala ringan ataupun yang tidak bergejala.

“Untuk pasien sedang/berat tetap di tempatkan di RSUD,” imbuhnya.

Diharapkan agar masyarakat dapat melaporkan diri, agar pemantauan dan pemeriksaan kesehatan lebih baik.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Barito Utara meminta kepada rekan-rekan media agar dapat mengedukasi masyarakat untuk memeriksa diri ke fasilitas kesehatan baik Puskesmas maupun RSUD,” harap Siswandoyo.

Bahwasanya klinik-klinik yang mengadakan Test Antigen agar dapat melaporkan hasilnya kepada Dinas Kesehatan. Hal ini didasarkan saat ini, banyak hasil test yang telah dikeluarkan tetapi datanya tidak masuk pada Dinas Kesehatan.

“Bila tidak melaporkan kepada kami, nantinya akses online untuk pelaporan ke pihak-pihak pengguna Test akan kami tutup,” kata H. Siswandoyo.

Tak hanya itu, terkait isu bahwa keluarga pasien yang meninggal akan mendapatkan santunan ternyata itu tidak benar.

“Tidak ada itu kecuali nakes, nakes terpapar meninggal itu baru dapat santunan,” jelasnya.

(Iskandar)