JIC Gelar Kuliah Muslim Preneur Class, Sukses Bisnis Kuliner di Usia Muda

TEWENEWS, Jakarta – Jakarta Islamic Centre melalui Divisi pengembangan Bisnis menyelenggarakan kuliah ke 5 Muslim Preneur Class Abdurrahman Bin Auf (MPC ABA JIC) yang bekerjsama dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Utara (HIPMI JAKUT), yang bertempat di ruang Audiovisual 1 Jakarta Islamic Centre,  (18/10/2019) Kramat Jaya-Koja, Jakarta Utara.

Hadir sebagai pembicara, Muhammad Setiawan selaku enterpreneur berbasis digital yang membahas solusi aplikasi BisnisKu untuk pelaku usaha mikro dan narasumber lainnya yakni Yudhi Samson pemilik Resto Marannu Kelapa Gading Jakarta Utara mengangkat tema sharing bisnis suka duka bisnis kuliner di Jakarta.

Dalam pemaparannya, Yudhi Samson mengatakan, “Bisnis kuliner memang memiliki potensi yang sangat besar tapi ternyata tidak semua bisnis kuliner dapat berjalan dengan mulus. Banyak orang yang beranggapan bahwa bisnis ini adalah bisnis yang mudah dan menguntungkan sehingga mereka menggampangkan proses pembuatan bisnis tersebut, kenyataannya tidak sedikit orang yang akhirnya gagal di tengah jalan karena tidak mempersiapkan bisnis mereka dengan sebaik-baiknya”.

Selanjutnya pemilik Resto Marrannu tersebut menjelaskan apa yang harus dipersiapkan, “Pengusaha harus menentukan Lokasi, timing serving, pelayanan, suasana, menu/ produk yang anda jual dan masih banyak hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai sebuah bisnis kuliner”, ujar Yudhi selaku bendahara umum HIPMI Jakarta Utara.

“Pada prinsipnya, kalau kita mau menjadi pengusaha kita harus tanamkan jiwa yang bersih, tidak merendahkan satu sama lain justru kita harus menghormati mereka, sebagai contoh kalau di Resto Marannu yang saya pimpin, kalau kita makan enak, karyawan juga harus enak dan alhamdullilah juga, di tiap tahun kami memberangkatkan dua orang umrah yang sudah  bekerja dengan baik dan disiplin,” lanjutnya.

Baca Juga :   Kapolri dan Kasum TNI kunjungi Gladi Yudha Dharma Pasis Sesko TNI

“Ingat.. Kita bisa berkembang, karena karyawan kita, kalau karyawan kita maju berarti kita juga ikut maju, bila perlu mereka harus hidup enak di kampungnya, semisal sewaktu-waktu istri mereka sedang melahirkan, kita harus membantunya, termasuk ketika karyawan kita orangtuanya sakit kita harus bantu, itu merupakan wujud kepedulian kita agar nantinya mereka bisa menceritakan ke orang orang di sampingnya atau tetangganya, dari cerita itu bisa menjadi doa serta penyemangat dalam kita bersedekah,” ujarnya.

Sementara itu Muhammad Rusdy selaku Kepala Divisi Pengembangan Bisnis Badan Manajemen Jakarta Islamic Centre ini berpesan, “Melalui MPC-ABA JIC dengan tema kuliner, kami terus  memberikan ruang bagi masyarakat khususnya UMKM, yang ingin belajar bisnis khususnya berbasis Islam, kami persilahkan. Karena sejatinya, menjadi muslim adalah bagaimana memberikan kemanfaatan bagi sesama. Terutama dalam aktivitas kehidupannya sebagai ajang berdakwah, termasuk menjadikan lahan bisnis sebagai media dakwah yang ikhtiarnya dalam menjemput rezeki dari Allah SWT,” jelasnya.

Masih di tempat yang sama, Kepala Sekretariat JIC, Ahmad Juhandi mengatakan, “Kalau kita melihat sirah Nabi bahwa Beliau sejak muda adalah seorang bisnisman. Untuk itu kita bisa mencontoh bagaimana berbisnis sesuai dengan yang diajarkanRasulullah. Agar bisnis kita maju dan berkah”. (M.Solichin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: