Jika PLN Tak Jadi Masuk, Warga Gunung Purei Ancam Hijrah ke Wilayah Kalimantan Timur

oleh -20 views
Foto : H.Sahrum Bongen

TEWENEWS, Muara Teweh – Warga Gunung Purei kian gencar menyuarakan aspirasinya terkait isu batalnya penempatan unit pembangkit listrik Perseroan Terbatas Perusahaan Listrik Negara (PT.PLN) di Kecamatan Gunung Purei, bahkan, slogan hijrah provinsi kian ramai terdengar di masyarakat.

Tokoh masyarakat Gunung Purei, H.Sahrum Bongen menegaskan, jika PLN batal masuk Gunung Purei, maka seluruh masyarakat Gunung Purei akan membuat surat pernyataan dan permohonan kepada Menteri Dalam Negeri agar Kecamatan Gunung Purei menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Kutai Barat, provinsi Kalimantan Timur.

Baca Juga :   "Ngemis" Listrik, Warga Sepakat Penuhi Permintaan Turunkan Spanduk

“Kalau tidak ada tanggapan dari pemerintah daerah, kami akan buat pernyataan bahwa kami selaku masyarakat Gunung Purei menyatakan Kecamatan Gunung Purei menjadi bagian dari Kabupaten Kutai Barat, Kaltim”, tegas H.Sahrum, (30/09).

Warga lain, Agus Sri Mulyawan juga menambahkan, menurutnya, selama ini Pemda Barut tutup mata terhadap kebutuhan warga Gunung Purei, padahal income dari bumi Gunung Purei juga banyak menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), karena banyak investor yang ber-HPH di wilayah tersebut.

Baca Juga :   Akhirnya, Camat Angkat Bicara Soal Krisis Listrik di Gunung Purei

“Perusahaan yang berinvestasi di wilayah Gunung Purei kan banyak, tapi yang dapat duitnya Pemda Barut, ironisnya, Gunung Purei hanya gigit jari, tolonglah pak Bupati, jangan paksa kami pindah Provinsi”, pungkas Agus.

Baca Juga :   Diduga Malas Ngajar, Oknum Guru SMK Dicibir

Menurut informasi yang dihimpun oleh tewenews.com, hingga saat ini, tidak ada kejelasan terkait aspirasi masyarakat Gunung Purei tersebut, sehingga masyarakat mulai mengumpulkan seluruh Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk lampiran surat permohonan pindah provinsi kepada Mendagri agar selanjutnya disampaikan kepada Presiden RI Joko Widodo. (Taufik/Tim)