Juhenry, SH : Atas Nama Pribadi dan Garda Pemuda NasDem Jakarta Barat Kami Sangat Prihatin Konflik di Papua

TEWENEWS, Jakarta Barat – Menyikapi atas peristiwa yang terjadi di Papua, seorang Tokoh Masyarakat yang sekaligus Pengurus Garda Pemuda NasDem Jakarta Barat, Juhenry, SH merasa prihatin.

“Saya atas nama Juhenry, SH selaku Garda Pemuda NasDem Jakarta Barat turut merasakan sangat prihatin atas terjadinya konflik masyarakat Papua,” ucap Juhenry, SH kepada awak media, Sabtu (31/8/2019).

“Kami Garda Pemuda NasDem Jakarta Barat mendesak Pemerintah untuk segera memproses konflik pelanggar hukum dalam insiden pengepungan di asrama mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang beberapa waktu lalu. Sebagai saudara sebangsa dan setanah air mari kita berjabat tangan saling memaafkan, emosi itu boleh tapi memaafkan itu jauh lebih baik,” tambah Juhenry, SH.

Ia pun melanjutkan, “Kami putra putri Indonesia mengaku bertanah air satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia, berbahasa satu bahasa Indonesia. Kita bersaudara, mari hentikan rasisme di bumi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutup Juhenry, SH.

Berdasarkan keterangan resmi dari Puspen Mabes TNI, (Kamis, 29/8/2019), Demo dan aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Kantor Bupati Deiyai, Papua, pada 28 Agustus 2019 lalu yang dimulai pukul 13.00 WIT tersebut, awalnya hanya diikuti sekitar 100 orang. Aksi unjuk rasa awalnya berlangsung aman dengan pengamanan dari aparat TNI dan Polri. Namun, berselang satu jam kemudian, situasi tiba-tiba berubah saat munculnya ribuan orang lainnya sambil meneriakkan Papua Merdeka hingga berujung ricuh. Demo massa di bawah koordinator Ketua KNPB Kabupaten Deiyai Stevanus Pigai terkait penolakan bentuk rasial dan intimidasi terhadap mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya beberapa waktu lalu, akhirnya berujung kerusuhan.

Baca Juga :   PSI Berikan “Kebohongan Award” untuk Prabowo, Sandiaga, dan Andi Arief

Mereka juga mengibarkan bendera Bintang Kejora. Tak cuma itu, mereka juga datang dengan bersenjata panah dan parang serta batu. Massa bertindak brutal dan membabi buta melakukan penyerangan, pelemparan batu dan anak panah ke arah aparat keamanan dan Kantor Bupati Deiyai.

Selanjutnya, aksi massa yang tidak terkendali tersebut mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dari pihak aparat, yakni 1 orang anggota TNI gugur, karena terkena anak panah, bacokan dan lemparan batu. (M.Solichin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
id_IDIndonesian
%d blogger menyukai ini: