Kabid Bina Marga Rody : Turap di Desa Rarawa Akan di Perbaiki Pihak Kontraktor

oleh -114 views

TEWENEWS, Muara Teweh – Terkait ambrolnya turap penahan longsor dalam proyek peningkatan jalan Desa Ketapang-Montalat yang dikerjakan oleh pihak rekanan CV.Mahkota Satrina menjadi suatu catatan buruk bagi Dinas Bina Marga Kabupaten Barito Utara untuk di tahun 2018.

Tidak adanya penyelesaian, setelah hampir setengah tahun peristiwa ambruknya turap atau sheet pile di bantaran Sungai Desa Rarawa, mengundang pertanyaan dari elemen masyarakat.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Barito Utara Rody ST, di ruang kerjannya mengatakan, kondisi tersebut merupakan faktor alam. Hujan dan banjir membuat kondisi ambles.

“Biar bagaimanapun juga, ini akan tetap diperbaiki, dan sekarang pihak rekanan mulai melakukan pekerjaan, dalam beberapa hari kedepan kita akan kelokasi,” katanya kepada tewenews.com, Selasa (2/7/2019)

Baca Juga :   Kembali Polsek Sukamara Gencarkan Sosialisasi Stop Pungli

Ia menjelaskan, perawatan pembangunan turap masih menjadi tanggung jawab pelaksana. Sehingga, perbaikan menjadi kewenangan kontraktor.

“ Kita sudah minta rekanan melakukan perbaikan. Konsekuensinya, setelah dilakukan pemeriksaan BPK memberikan kesempatan untuk memperbaikinya,” kata Rody.

Seperti di beritakan beberapa waktu lalu, Proyek penanganan longsor ruas jalan Ketapang-Montalat di Desa Rarawa, Kecamatan Gunung Timang, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah, yang di kerjakan tahun 2018 oleh CV.Mahkota Satrina. Kini telah rusak dan putus pada bagian dinding tembok serta timbunan pada bagian dalam tembok tergerus air, belum lama ini.

Baca Juga :   Pekerjaan Proyek Turap Desa Rarawa, Diduga "Asal-Asalan"

Beberapa warga sekitar saat ditemui oleh tim media ini mengungkapkan, proyek yang menelan anggaran kurang lebih Rp. 1,4 miliar tersebut diduga di kerjakan tidak sesuai petunjuk teknis sehingga berdampak pada kualitas pekerjaan yang terancam ambruk.

“Kami dari warga sekitar menyaksikan proses pekerjaan sejak awal, dan sudah menaruh curiga pada rekanan yang mengerjakan tanggul pengutan tebing sungai itu tidak bertahan lama. Dan buktinya sekarang sudah beberapa titik bagian tembok mengalami retak yang lumayan parah,” ungkap seorang warga, Jumat (22/3/2019)

Ia menambahkan, timbunan pada bagian dalam tembok juga telah tergerus air sehingga terlihat adanya lubang besar membuat tembok semakin rawan ambruk.

Baca Juga :   Pengamanan Kegiatan Kedatangan Gubernur Dan Kapolda Beserta Forkopimda Provinsi Kalimantan Tengah Di SMKN 1 Sampit.

“Air itu masuk dari bawah tembok bangunan lalu menggerus timbunan. Kemungkinan saat penggalian pondasi diduga tidak dalam sehingga air dengan mudah menggerus bagian bawah bangunan,” terangnya.

Terkait hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Barito Utara, Zainuddin BE, ketika di mintai konfirmasinya melalui pesan WatsApp tidak memberikan jawaban.

Seperti di lansir dari wab lpse.baritoutarakab.go.id di nomor 1379458 pekerjaa ruas jalan Desa Ketapang Montallat di Desa Rarawa pada tahun 2018 lalu di laksanakan oleh CV. Mahkota Satrina, beralamat di Jalan AMD I no 55 Buntok, Barito Selatan, sebagai pemenang tender dengan harga penawaran Rp 1.481.650.000.(Ali Topan/Tim)