Kakek 68 Tahun di Puruk Cahu Cabuli Anak di Bawah Umur, Modus Pendalaman Agama

oleh -2.852 views

TEWENEWS, Puruk Cahu – Seorang kakek berusia 68 tahun, warga Desa Bahitom, Kecamatan Murung, Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah. Ditangkap personel Unit Reskrim Polsek Murung. Kakek bernama Itai, ditangkap karena mencabuli seorang anak di bawah umur pada Minggu, 15 November 2020.

Kapolres Murung Raya  AKBP I Gede Putu Widyana, S.H., S.I.K., M.H pada saat Press Release kepada wartawan Jumat, (12/2/2021) menyampaikan pengungkapan tindak pidana persetubuhan anak dibawah umur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 Ayat (1) dan Ayat (2) Undang – Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang – Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Baca Juga :   Hendak Beli Es Degan, Kurir Narkoba Asal Prajurit Kulon di Ringkus 

” Tempat Kejadian Perkara di Rumah Itai di Desa Bahitom, pada hari Minggu, 15 November 2020. Kemudian dapat dilakukan pengungkapan dan penangkapan yang di duga pelaku pada hari Rabu tanggal 10 Februari 2021 pukul. 14.00 WIB,” kata Kapolres Murung Raya AKBP I Gede Ptu Widyana.

Baca Juga :   Konferensi Pers Ditreskrimsus, Polda Kalteng Tangkap Pedagang Merkuri

Kapolres memaparkan kronologis kejadian bermula pada hari Minggu, 15 November 2020 Korban diajak belajar tentang Ilmu pendalaman Agama Islam oleh Pelaku, Setelah mendalami ternyata yang dipelajari adalah Ilmu tentang Santet oleh pelaku.

” Dan Orang Tua Korban Juga diancam apabila tidak mengijinkan korban belajar Ilmu Agama kepada pelaku maka orang tua korban akan di santet,”ungkapnya.

Selama korban belajar dengan pelaku korban kerap di setubuhi oleh pelaku berulang ulang Kali. Terakhir torban di ajak melakukan hubungan badan pada hari Rabu, 3 Pebruari 2021. Atas kejadian terebut orang tua Korban merasa keberatan dan melaporkan kejadian tersebut ke pelayanan Polsek Murung.

” Barang bukti yag kita amankan Satu  lembar baju kaos warna putih, Satu  lembar celana kain panjang warna Pink, dan  satu  lembar CD warna Merah,”pungkasya.(Asmansyah)