Kampung Siaga Bencana di Harapkan Bisa Meningkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana

TEWENEWS, Purwokerto – Kementrian Sosial Republik Indonesia melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten. Banyumas membentuk sekaligus mengukuhkan Kampung Siaga Bencana (KSB) “Mahameru” Desa Watuagung Kecamatan Tambak Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah pada hari Sabtu, 16 Maret 2019.

Dalam keterangannya Kasubdit Kesiapsiagaan Direktorat Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Ibu Tetrie pada saat sesi Marteri Pelatihan menjelaskan bahwa Kampung Siaga Bencana (KSB) adalah model pendekatan penanggulangan bencana berbasis masyarakat untuk merubah pola pikir dan pola tindak masyarakat dalam penanggulangan bencana.

Hakikat KSB adalah menyiapkan masyarakat agar lebih mampu mengelola kerentanan,ancaman dan risiko di wilayahnya sesuia potensi lokal melalui proses Perencanaan, Pengorganisasian, Penyelenggaraan dan Pengendalian melalui pendekatan Social engineering atau rekayasa sosial.

KSB merupakan program unggulan Kementrian sosial dalam mengemban tugas penanggulangan bencana bidang bantuan sosial berbasis masyarakat.KSB juga sebagai program pemberdayaan masyarakat dan para Tagana seluruh indonesia.

Maksud tujuan dibentuknya kampung siaga bencana KSB Secara umum adalah untuk meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana melalui :
1. terlatihnya tenaga lokal penanggulangan bencana yg memiliki kompetensi.
2. Terorganisirnya dan terwadahinya upaya penanggulanan bencana tg dilakukan masyarakat.
3. Tersusunya tata kelola penanggulangan bencana ditingkat lokal yg incheren dgn sistem penanggulangan bencana bidang bantuan sosial nasional.

Kasi Mitigasi Direktorat LINJAMSOS Muhammad Delmi menerangkan bahwa dalam proses pembentukan KSB, dilakukan selama 3 (tiga) hari yakni hari Kamis – Sabtu, 14 – 16 Maret 2019 dengan Pentahapan hari Pertama adalah Penyuluhan yang di isi materi Manajemen Bencana dari BPBD Kab. Banyumas, Pertolongan Pertama dari PMI Kabupaten Banyumas dan Manajemen Shelter dan Dapur Umum dari TAGANA Kabupaten, Banyumas.

Baca Juga :   Warga Empat Perumahan, Sepakat Berjaga Menyusul Isu Babi Ngepet

Kemudian pada hari kedua (15/3) dilaksanakan Pelatihan dengan membentuk Pengurus KSB yang dipandu oleh DInas Sosial Prop. Jateng dan Penguatan Manajemen KSB oleh Kasubdit Kesiapsiagaan Ibu Tetrie, Setelah itu pada hari ketiga (16/3) dilakukan Simulasi Penanggulangan Bencana sekaligus pengukuhan KSB.

Pengukuhan Pengurus KSB dilakukan oleh Bupati Banyumas yang diwakili oleh Staf Ahli Bupai Bidang Pemerintahan dan Kesra Ibu Ir. Tjutjun Sunarti Rochidi. Hadir memberikan laporan kegiatan adalah Kepala DINSOSPERMASDES Kabupaten Banyumas, Kartiman, SH., M.Hum.

Serta yang lebih istimewa hadir memberikan pengarahan adalah beliau Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos RI Bapak Margowiyono mewakili Direktur Jenderal LINJAMSOS dan dihadiri oleh Forkompincam Tambak serta Kepala Desa Se- Kecamatan Tambak.

Setelah pengukuhan selesai dilanjutkan dengan Simulasi Penanggulangan Bencana Tanah Longsor. Sebagai peserta simulasi adalah KSB “Mahameru” Desa Watuagung Kecamatan Tambak ditambah dari unsur TAGANA Kabupaten Banyumas, PMI Kabupaten Banyumas, Unit PRAMUKA Peduli KWARRAN Sumpiuh dan warga masyarakat Desa Watuagung.

Dalam pelaksanaan simulasi dipraktekan evakuasi korban, pelayanan Dapur Umum, Layanan Dukungan Psikososial. Berkenan pada saat evaluasi per Divisi, Tamu Undangan mencicipi hasil masakan Tim Dapur Umum KSB “Mahameru” Desa Watuagung. Pada kesempatan tersebut, KSB “Mahameru” menerima bantuan Tenda Serbaguna, Tenda Keluarga, Velbed, Kompor dan Gas, Paket Makanan Siap Saji dan Mie Instan. Seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar berkat dukungan seluruh pihak. (Ady chandra/Totong)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
id_IDIndonesian
%d blogger menyukai ini: