Kapolres Murung Raya Sisir Sisa Lahan yang Terbakar

TEWENEWS, Puruk Cahu – Kapolres Murung Raya AKBP Esa Estu Utama S.IK,  lansung turun lapangan lakukan Patroli Gabungan Karhutla dan upaya penyisiran sisa lahan yang sudah terbakar di Desa Bahitom Kecamatan Murung Kabupaten Murung Raya Kalimantan Tengah, dengan cara mendatangi lokasi lahan yang terbakar serta dilakukan upaya pemadaman dan pendinginan pada diarea yan terbakar.

Kegiatan yang lansung dipimpin oleh Kapolres Murung bersama dengan personel Polres Murung Raya berjumlah 15 personel, Brigade Karhutla berjumlah 10  orang dan dari BPBD Murung Raya berjumlah 14 orang, Kamis (26/9).

Namun Lahan yang terbakar tersebut merupakan lahan tebangan yang diperkirakan merupakan milik warga Desa Bahitom Kecamatan Murung Kabupaten Murung Raya dengan luasan sekitar 3,5 Hektar dengan kondisi lahan kering dan bergambut.

Upaya pemadaman api yang membakar lahan warga desa bahitom itu, dan yang secara lansung dipimpin serta dilakukan oleh Kapolres bersama personel gabungan dilokasi tersebut menggunakan mobil pemadam milik BPBD Kab. Murung Raya sebanyak 2 (unit)9, Jet Soter dan Mesin Pompa Sedang;

Sehingga Api dari bakaran lahan tebangan tersebut meluas hingga keluar lokasi tebangan dan mengakibatkan lahan yang ada disekitarnya juga turut terbakar, sehingga hal tersebut sedikit menyulitkan upaya pemadaman dikarenakan kondisi areal tersebut terdapat semak belukar yang sangat mudah terbakar dan terdapat gambu.

Baca Juga :   Kadisnakertran Murung Raya : Kami Akan Pantau Perusahaan yang Tidak Membayar THR

Pada Saat ini api tersebut sudah berhasil dipadamkan dan sudah dipastikan tidak akan menyala lagi serta sudah dilakukan himbauan kepada para warga desa untuk tidak melakukan pembakaran, baik lahan tebangan ataupun lahan yang mudah terbakar lainnya, sebab hal tersebut akan berdampak kepada timbulnya asap yang dapat mencemari udara dan memperparah kondisi kabut asap yang sudah ada dan juga disampaikan bahwa hal tersebut ada sanksi pidananya bagi para pelaku pembakaran.

Dan Diduga pembakaran tersebut dilakukan dengan sengaja oleh warga pemilik lahan tebangan tersebut dengan tujuan membuka lahan untuk bercocok tanam, namun api pembakarannya tidak dapat dikendalikan oleh yang bersangkutan sehingga lahan tersebut ditinggal begitu saja oleh pemilik lahan yang terbakar ini kata Kapoosek murung Ipda Yulianto S.AP.(Asmansyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: