Kapolsek Banua Lima Menghimbau Hati-hati Terhadap Kebakaran Hutan

oleh -94 views

TEWENEWS, Tamiang Layang – Kapolres Bartim AKBP Wahid Kurniawan, SIK Melalui Kapolsek Benua Lima IPTU Fery Endro P, S.E mengimbau kepada masyarakat maupun pihak perusahaan diwilayahnya agar berhati – hati terhadap kebakaran hutan dan lahan.

“Kita sudah pasang spanduk bahaya karhutla di wilayah hukum Polsek Benua Lima,” ujarnya Rabu,(5/9/2018).

Menurutnya, dengan memasang spanduk bahaya karhutla, diharapkan masyarakat dapat mengetahui dampak dan resiko akibat membakar hutan.

Baca Juga :   KPU Kabupaten Barito Timur, Resmikan Rumah Pintar Pemilu

Selain memasang spanduk atau baleho himbaun karhutla, pihaknya juga sering melakukan sosialisasi dan melakukan himbaun secara langsung kepada masyarakat di desa maupun tempat lainya melalui anggota Bhabinkamtibmas.

“Kita juga setiap hari melakukan patroli kesetiap wilayah yang rawan terjadinya karhutla,” jelasnya.

Dirinya juga menegaskan, apabila ada oknum masyarakat yang secara sengaja membuka lahan atau membakar hutan, maka pihaknya secara tegas akan menindaknya.

Baca Juga :   Hari Ini Bertambah 1 Orang Positif COVID - 19 di Bartim

“Siapapun yang ketahuan membuka lahan secara dibakar. Maka kami akan tindak secara tegas sesuai undang – undang yang berlaku,” tegasnya.

Dia menjelaskan, bagi masyarakat atau siapapun yang ketahuan membakar hutan dan lahan maka terancam dapat dipidana selama 15 tahun penjara dan denda 10 Meliar.

“Maka dari itu, jangan lah berani membakar hutan dan lahan karena pidanya cukup berat,” pesanya.

Kapolsek yang ramah itu juga menambahkan, hingga saat ini wilayahnya belum ditemukan titik api. Namun demikian, pihaknya tetap terus melakukan antisipasi dengan mengajak masyarakat ikut serta mencegah dan menanggulangi karhutla.

Baca Juga :   Polres Batim Adakan Sayembara Berhadiah Bagi Masyarakat yang Melaporkan Pelaku Karhutla

“Sampai saat ini belum ada kasus karhutla diwilayah hukum kita, namun demikian kita tetap waspada dan antisipasi. Saya harap peran semua pihak turut berkordinasi dan menjaga wilayahnya agar tidak terjadi karhutla,” pungkasnya. (Budi).