Kasus Pengancaman Wartawan di Muara Teweh, Polres Barut Akan Cari Saksi Ahli Bahasa Bakumpai

oleh -234 views
Kasat Reskrim Polres Barito Utara AKP M. Tommy Palayukan, S.H., S.I.K., M.Si saat dikonfirmasi media tewenews.com diruang kerjanya, Senin (10/5/2021).

TEWENEWS, Muara Teweh – Kasus pengancaman wartawan di Barito Utara terus bergulir. SatReskrim Polres Barito Utara jajaran Polda Kalimantan Tengah masih mendalami keterangan para saksi, Kasus ini nantinya akan meminta saksi ahli bahasa Bakumpai.

“ Kasus pengancaman wartawan masih pemeriksaan keterangan, masih dalam proses”, ujar Kasat Reskrim Polres Barito Utara AKP M. Tommy Palayukan, S.H., S.I.K., M.Si saat dikonfirmasi media tewenews.com diruang kerjanya, Senin (10/5/2021).

Baca Juga :   Gubernur Kalteng Penuhi Keinginan HMI

Disinggung terkait apakah ada tindakan kemungkinan ada yang menjadi tersangka.

“ Itu belum bisa saya lanjuti, karena itu harus clear dulu diproses tidak bisa sembarang karena itu bahasa pengancaman ke wartawan bisa negatif atau positif karena dalam hal ini menggunakan bahasa daerah yaitu bahasa bakumpai”, katanya.

Baca Juga :   Ajakan Tolak Pungli Kembali Disampaikan Bhabinkamtibmas Polsek Gunung Purei Kepada Warga Desa Payang

Tommy juga mengatakan, saat ini tidak ada saksi ahli bahasa bakumpai kalau yang ada saksi ahli pidana, saksi ahli bahasa indonesia, serta saksi ahli bahasa banjar.

“ Kalo yang ada saksi ahli bahasa indonesia tapi kalo saksi ahli bakumpai belum ada, karena banjar pun yang ada saksi ahli bahasa banjar”, terangnya.

Baca Juga :   Polres Barut Buka Puasa Bersama Anak Yatim

Namun menurutnya tafsir sembelih itu banyak, bisa hewan bisa manusia ataupun dengan yang lain.

“ Kalo diartinyakan menyembelih itu bisa jadi menyembelih hewan, menyembelih orang, menyembelih kepala bisa melebar dengan yang lain, kecuali pengancaman itu saya bunuh kau bisa masuk pengancaman”, imbuhnya.(Iskandar)