Keluarga Jhoni Bere Minta Polisi Usut Kasus Penikaman Terhadap Anaknya

164

TEWENEWS, Malaka – Hadiri Pesta Pernikahan di Desa Angkaes, Weliman, Kabupaten Malaka, Minggu (11/10/2018), Yohanes Goldensio Putra Bere alias Jhoni Bere, warga Desa Rainawe ditikam, oleh orang yang tidak dikenal.

Awal mulanya rangkaian pesta pernikahan tersebut berjalan lancar, akan tetapi suasana mulai berubah ketika terjadi insiden pengejaran hingga terjadi penikaman terhadap Yohanes Goldensio Putra Bere.

Menurut jhoni bere, dalam wawancara khusus di rumahnya, menjelaskan saat itu ia menghadir acara bersama sahabatnya Rius Manek, sekiranya pukul 01.00 – 02.00WITA situasi tenda aman, namun firasatnya tidak nyaman, sehingga membuat dia bersama temannya was-was karena didekati oleh orang yang tidak dikenal.

“Merasa tidak nyaman kami berniat pulang ke rumah, akan tetapi niat itu tidak bisa diwujdukan, sebab banyak pemuda menghadang mereka baik di parkiran motor bagian kiri dan kanan tenda acara,”katanya.

Melihat begitu banyak pemuda tersebut, Jhoni dan kawannya semakin takut, lalu dari dalam tenda. Ada suara ibu-ibu yang berteriak, ayo… lari anak, masuk ke dalam rumah masyarakat.

“Kami berusaha melarikan diri Sekitaran 100 meter menuju rumah warga, tetapi tiba di depan rumah warga, Rius terjatuh, banyak pemuda mengepung kami, saya pun berusaha menyelamatkan diri, namun tiba-tiba dari arah belakang ada yang menikam saya dengan pisau,”papar, Jhoni.

Saat teman Rius terjatuh, tanpa sadar Ada barang yang terkena dibelakangnya, memang terasa tapi saya tidak tahu jika saya di tikam, setahu saya saat itu ada orang dengan ciri berjenggot di belakangku, dugaan sementara dialah pelakunya.

“Tanpa sadar dirinya terkena tikam, dia terus berlari, menyelamatkan diri, sebanyak dua rumah didatangi untuk  meminta pertolongan, tapi tidak berhasil, hingga rumah ketiga, barulah dibantu, lalu diantarkan ke rumah sakit penyanggah perbatasan (RSPP) Betun, jam 04.30WITA,”paparnya.

Baca Juga :   Polres Barut Gelar Pasukan Operasi Brata Telabang 2018

Ditambahkannya, saat dirawat di RS PP Betun, sempat didatangi oleh oknum TNI, saya jelaskan kronologis bahwa ada orang yang tidak dikenal mengejar kami berdua. Saya merasa aneh, sebab dia baru kembali dari jakarta dalam minggu ini, langsung mengalami kejadian ini.

Adapun, Kosmas Bere, Ayah kandung Jhony Bere, di wawancara terpisah mengatakan, baru dengar berita saat ditelpon oleh pihak rumah sakit, untuk saat ini kami hanya berdoa Biar tuhan memaafkan pelakunya.

“Kami berharap pihak kepolisian melakukan penyelidikan motif kejadian ini, sebab anak saya tidak bersalah dan menjadi korban, karena baru tiba dua hari yang lalu, kira kira apa salahnya,” Ucapnya kecewa.

Praktisi hukum asal Malaka, Wilfridus Son Lau, S.H.,M.H ketika dimintai komentarnya terkait peristiwa ini, menjelaskan perbuatan penikaman terhadap Jhoni Bere, murni tindak Pidana. Oleh karena itu, Polres Belu bersama jajarannya harus menuntaskannya secara hukum.

“Ada korban berarti ada pelaku. Peristiwa yang menimpa Jhoni Bere adalah Perbuatan Pidana sehingga siapa pun pelakunya harus diminta pertanggung jawabannya secara hukum. Polres Belu bersama-sama jajaran harus menuntaskan kejadian ini. Usut tuntas dan temukan pelakunya,”ungkap Pengacara Muda asal Kobalima ini.

Kita harus menghormati proses hukum yang sedang dijalankan oleh pihak kepolisian untuk mengungkap pelaku penikaman terhadap Jhoni. Kita tidak boleh melakukan “eigenrichting” karena ada hukum yang mengatur kita. Kepada pihak keluarga agar tetap tenang dan mempercayakan semuanya kepada pihak kepolisian.

“Teman-teman dari pihak kepolisian diharapkan professional dalam mengusut tuntas peristiwa pidana ini sehingga ada efek jera. Jika tidak tuntas maka saya meyakini bahwa peristiwa serupa akan terjadi lagi dan pastinya masyarakat pun semakin resah dengan ulah premanisme di wilayah Kabupaten Malaka ini,”pungkasnya.(Beres)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here