Keluarga Korban Ahmad Apandi Kecewa Putusan Hakim

391

TEWENEWS, Muara Teweh – Vonis hakim Pengadilan Negeri Muara Teweh yang menjatuhkan hukuman 8 tahun penjara terhadap terdakwa Joni Joram (39)  tak memuaskan keluarga korban. Istri korban, Ahmad Apandi, menyampaikan kekecewaannya dan meminta keadilan.

“Kami merasa kecewa terhadap putusan hakim yang memvonis terdakwa terlalu ringan, yang pasti dalam waktu tujuh hari atau satu minggu, kami akan menyatakan sikap. Untuk saat ini kita tidak ada tanggapan sama sekali terkait pengajuan banding,” tuturnya, saat di temui tewenews.com, setelah usai sidang putusan di halaman Pengadilan Negri Muara Teweh, Rabu (26/9/2018)

Diberitakan sebelumnya, Joni Joram (39) terdakwa pembunuhan terhadap Ahmad Apandi, (36), warga Kelurahan Muara Tuhup, Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya (Mura) diganjar hukuman 8 tahun penjara di PN Muara Teweh, Rabu (26/9)

Majelis Hakim pimpinan Teguh Indrasto. SH, menilai terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan sebagaimana diatur dalam dakwaan primer Pasal 338 KUHP.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Joni Joram, dengan pidana selama 8 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara. Dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan,” kata hakim Teguh.

Mendengar vonis hakim, terdakwa yang didampingi penasehat hukum Herman Subagio. SH dan JPU, Marina Tresya Ayu Meifany.SH, menyatakan pikir-pikir.

Baca Juga :   Pembunuh Ahmad Apandi, Diganjar 8 Tahun Penjara

Seperti diketahui beberapa waktu lalu, kasus pembunuhan terhadap,  Ahmad Apandi, (36), warga Kelurahan Muara Tuhup, Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya (Mura). Dia  tewas dengan cara mengerikan, yakni dengan leher hampir putus akibat ditebasan mandau yang di lakukan oleh tersangka Joni (38).

Kejadian itu di benarkan oleh Kapolres Mura, AKBP Esa Estu Utama  melalui Kapolsek Laung Tuhup, Ipda Munif Setyono.

Kronologis pembantaian sadis tersebut terjadi pada hari Rabu (23/5/2018) sore sekitar pukul 17.00 WIB di depan warung milik korban di RT 10 Seberang Kelurahan Muara Tuhup.

“Kejadian itu berawal saat Joni menghampiri korban diwarungnya yang bermaksud ingin menanyakan keberadaan mandau miliknya namun dijawab tidak tahu oleh korban. Berselang beberapa saat kemudian Tarpudin, 59 tahun, selaku saksi yang ada ditempat kejadian saat itu, memberitahukan kepada pelaku bahwa parang yang dicarinya ada di loteng rumahnya,” ungkap Ipda Munif.

Setelah melakukan aksi nya tersangka langsug menyerahkan diri kepolsek Laung Tuhup dan saat ini tersangka sudah diamankan di polres Murung Raya untuk proses selanjut.(Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here