Kepala Kemenag Bartim : Tugas Untuk Siswa Jangan Terlalu Berat

oleh -27 views

TEWENEWS, Tamiang Layang – Untuk mencegah penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-I9), Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) kabupaten Barito Timur (Bartim) provinsi Kalimantan Tengah H . Hairul Anuwar S, HI, M. Ag harapkan agar Kepala Madrasah menghimbau kepada para guru untuk tetap memberikan pembelajaran aktif bagi murid.

“Saya harapkan agar Kepala Madrasah menghimbau kepada para guru untuk tetap memberikan pembelajaran aktif bagi murid”, ucap Kepala Kemenag Bartim H . Hairul Anuwar S, HI, M. Ag di Tamiang Layang, Kamis (16/04/2020).

Para guru bisa memberikan pembelajaran melalui video yang mereka buat ata tutorial kepada para wali siswa, untuk disiman masing – masing siswa.

Sesuai dengan surat yang dikeluarkan dikeluarkan Kantor Kementrian Agama Bartim, untuk menindaklanjuti surat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi Kalimantan Tengah, dengan mempertimbangkan prioritas keselamatan dan kesehatan bagi warga RA dan Madrasah.

Aktifitas pembelajaran dari rumah atau pengalihan proses belajar dan mengajar di rumah mulai dari jenjang pendidikan madrasah RA, MI, MTs, dan MA, yang semula berakhir pada 14 April 2020 diperpanjang sampai 28 April 2020.

“Para siswa diharapkan belajar dengan baik melalui materi yang telah dibagikan para guru untuk menyimak pada saat jam pelajaran dirumah masing – masing, kemudian meresume hasil pelajarannya”, jelasnya.

Pemberian tugas atau Pekerjaan Rumah (PR) yang diberikan guru kepada siswa agar jangan terlalu memberatkan siswa, yang ringan saja agar para siswa bisa menyelesaikan tugas tersebut.

Dilanjutkan Hairul, hendaknya jawaban dari tugas yang diberikan oleh para guru, ada dari buku yang mereka miliki ataupun dari peralatan rumah yang bisa siswa fungsikan untuk menjawab soal yang diberikan.

Sehingga para siswa tidak perlu mencari jawaban sampai keluar rumah, apalagi berkumpul dengan para siswa lainnya.

Untuk daerah yang jangkauan internetnya tidak begitu kuat, para guru bisa memberikan tugas pembongkaran kecerdasan para siswa, seperti praktek pelaksanaan ibadah, contok baca Al – Qur ‘an dengan target misalkan satu bulan 30 zus selesai, dengan catatan dilaporkan dengan guru kelas masing – masing, pungkasnya. (Ahmad Fahrizali).