Ketua Umum LSR LPMT Kalteng Minta Ormas di Kalteng Saling Menghargai dan Bersatu

oleh -125 views

TEWENEWS,PALANGKA RAYA – Berkaca dari beberapa aksi oleh sebuah Ormas di Kalimantan Tengah ( Kalteng) yang terjadi dalam satu bulan terakhir yang dianggap kurang pantas sehingga menimbulkan reaksi keras oleh aliansi ormas Se Kalteng.

Ketua LSR LPMT Agatisansyah angkat bicara,dirinya mengatakan sebagai contoh aksi Borneo Bangkule Rajakng ( TBBR) Kalteng yang melakukan aksi demo di Polda Kalteng.

” Hal itu tak perlu terjadi,apalagi sampai menurunkan ratusan massa dengan senjata tajam hanya karena mereka menganggap Panglima mereka ( Panglima Jilah ) telah dihina oleh satu pengurus Fordayak” Ucap Pria yang kerap dipanggil Gatis Ini ,Minggu 30 November 2021.

Baca Juga :   Antisipasi Hal Ini, Personel Polsek Sukamara Patroli Malam

Mantan wartawan senior ini juga menyesalkan aksi TBBR mendatangi Polda Kalteng dengan senjata mandau ” bahkan diduga ada beberapa yang sudah terhunus’ ujat Pria yang lahir dirumah ( Huma) Betang Mungku Baru.

” Takutnya ada opini liar yang berkembang kalau boleh membawa sajam saat demo di Polda Kalteng, padahal ada implementasi undang undang darurat dan atura kalau membawa sajam harus ada iijin tapi juga sesuai peruntukkannya” Tegas Gatis.

Ia juga menambahkan,beruntung rekan rekan kita Dipolda Kalteng bisa memaham Demo TBBR Kalteng dengan membawa senjata tajam.

Baca Juga :   Sambangi Warga Bhabinkamtibmas Food Estate Sampaikan Himbauan Prokes

“Dan aksi damai di Bundaran besar beberapa oleh puluhan ormas sekalteng yang menolak Kehadiran TBBR di Kalteng adalah sebagai bentuk nasehat yang tegas’ tambah Gatis.

Dirinya juga menyakkini Ormas,Tokoh adat,tokoh masyarakat,masyarakat di Kalteng tidak senang,dan tidak menerima Kehadiran TBBR di Bumi Tambun apa bila tidak hargai adat istiadat setempat di kalteng.

” Selain itu hargailah para tokoh adat ,tokoh masyarakat dan Dewan Adat Dayak ( DAD ) Kalteng,jangan ketika diundang DAD TBBR tidak mau datang dan ini menciderai Falsafah Huma betang yaitu ” Belum Bahadat” ( Hduop beradat dan memiliki adab “Ucap Gatis.

Baca Juga :   Kapolda Kalteng Cek Kesiapan Posko Siaga Karhutla

” Makanya saya meminta untuk Ormas TBBR jangan paksakan masuk ke kalteng. Dan harapan saya Ormas yang lain untuk saling menghargai serta bersatu untuk menjaga budaya khususnya dayak agar masyarakat dayak semakin di hargai, disegani” Bebernya.

Terakhir dirinya berharap aemua Ormas bisa menghargai Hukum positifserta Kepolisian,TNI dan tokoh adat dan instansi terkait.

” Mari kita bantu tugas TNI Polri,Pemerintah untuk ikut menjaga kalteng untuk tetap tempat yang aman dan kondusif serta membangun Kalteng semakin Berkah” Pungkas Gatis. (And)