KPK Gelar Sosialisasi Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara di Tamiang Layang

oleh -22 views

TEWENEWS, Tamiang Layang – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia menggelar sosialisasi Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) di Aula kantor Bupati Barito Timur, Rabu, (19/9/2018).

Kegiatan tersebut dihadiri tim KPK, Sekda Bartim Eskop MAP, para pejabat dan jajaran pegawai dilingkup pemerintahan Kabupaten BaritoTimur.

Salah seorang tim KPK RI yang menjadi narasumber diacara tersebut, Ben Hardy. S mengatakan, sosialisasi tersebut berdasarkan peraturan KPK Nomor 07 tahun 2016 tentang tatacara pendaftaran, pengumuman dan pemeriksaan LHKPN.

Baca Juga :   Satu Orang Positif COVID - 19, Bartim Jadi Zona Merah

“Tujuan pelaksanaan kegiatan itu sebagai bentuk penguatan pencegahan korupsi melalui LHKPN. Juga sosialisasi tentang adanya perubahan tata cara penyampaian LHKPN.

Hardy menjelaskan, pada prinsifnya LHKPN sebagai laporan yang wajib disampaikan oleh penyelenggara negara mengenai harta kekayaan yang dimilikinya utamanya saat pertama kali menjabat, mutasi, promosi dan pensiun.

“Kita berharap setelah kegiatan ini, para pejabat sudah bisa langsung melakukan pengisian aplikasi LHKPN dan segera mengirimkannya kepada KPK melalui website e.lhkpn.kpk.go.id,”ujarnya.

Baca Juga :   Dana Desa Patung Fokus Infrastruktur

Sekda Kabupaten Bartim Eskop mengatakan, sebelum melakukan penyampain LHKPN setiap pejabat negara perlu menyiapkan sumber daya manusia yang handal dalam mengelola LHKPN. Dalam halnya harus ada admin yang khusus membidangi agar tidak menghambat maupun terjadinya kesalahan LHKPN secara online tersebut.

“Saya mengharapkan kepada kita semua untuk menyiapkan aparatur dalam pengelolaan LHKPN, selanjutnya unit ini akan melakukan verifikasi dan validasi terhadap kekayaan yang kita miliki,” ujarnya usai acara tersebut kepada awak media.

Baca Juga :   Peduli Penghijauan, Polres Bartim Tanami Ratusan Pohon

Eskop juga berharap kepada seluruh peserta yang mengikuti sosialisasi agar senantiasa memperhatikan setiap materi yang disampaikan narasumber, sehingga di dalam pengisian sistem aplikasi itu nantinya tidak menemui kesalahan atau analisis tindakan yang masih rumit.

“Selamat datang tim Dari KPK RI yang sudah bersedia hadir dalam rangka mensosialisasikan E-LHKPN. Semoga dengan adanya sosialisasi seperti ini bisa mencegah adanya kesalah pahaman dan mencegah terjadinya korupsi,” pungkas lelaki yang ramah itu (Budi).