Kualitas dan Waktu Pengerjaan Proyek Pekerjaan Hayaping – Janah Jari Dipertanyakan

TEWENEWS, Tamiang Layang – Pembangunan infrastruktur memang sangat dibutuhkan masyarakat, untuk menunjang berbagai kegiatan terlebih sektor perekonomian, karena kualitas jalan sangat mempengaruhi tingkat perekonomian masyarakat.

Demikian pula halnya yang diinginkan masyarakat desa Janah Jari dan Hayaping kecamatan Awang kabupaten Barito Timur (Bartim) provinsi Kalimantan Tengah.

Proyek pekerjaan ruas jalan Hayaping-Janah Jari kecamatan Awang paket pekerjaan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Pebataan Ruang (PUPR) , dalam programnya peningkatan jalan Hayaping – Janah Jari dengan nilai kontrak Rp. 2.401.645.700 (Dua Milyar Empat Ratus Satu Juta Enam Ratus Empat Puluh Lima Ribu Tujuh Ratus Rupaih) diduga hingga januari 2020 masih belum selesai 100 persen dan kualitas pekerjaannya pun dipertanyakan.

Seperti yang disampaikan Kepala Desa (Kades) Janah Jari Dikiato Utiu yang mengatakan “Kalau pekerjaan tersebut ada kerusakan dibeberapa titik, kalau dilihat baliho pekerjaannya pekerjaan berakhir sampai tanggal 30 desember 2019, tapi faktanya tanggal 31 desember 2019, proyek tersebut masih dikerjakan Box Curvert”. Oleh perusahaan……….

Baca Juga :   Tumpung Ulung Rencanakan Bangun Jalan Usaha Tani

Anehnya lagi, sampai-sampai saya dikatakan ikut mengatur-atur pekerjaan tersebut. Tentu saja hal tersebut tidak benar, kalau saya dan Camat Awang dikatakan ikut mengatur – atur pekerjaan, kalau tidak percaya silahkan kalau tanyakan kepada Camat, tegas Dikiato dengan nada kesal via telepon seluler Selasa (7/1/20) sore.

Proyek tersebut pastinya sudah ada tim teknisnya dari dinas PUPR, sekarang desa disuruh mengawasi, tetapi apapun yang disampaikan dari Desa tidak pernah di dengar juga, intinya mereka sampai habis tahun baru masih melakukan kegiatan, sampai dengan tanggal 4 Januari 2020 mereka masih bekerja disitu, ” pungkasnya.

Menurut kontrak, waktu pelaksanaan pekerjaan tersebut sesuai SPMK berahir hingga 18 desember 2019, namun karena ada adendum waktu hingga 30 desember 2019.

Berdasarkan pantauan dilapangan pekerjaan tersebut hingga tanggal 9 januari masih ada berapa titik pekerjaan yang terlihat rusak. (Ahmad Fahrizali)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: