Hubungi Kami

POLITIK

Langgar Aturan, Puluhan APK Peserta Pemilu di Tertibkan

Published

on

TEWENEWS, Muara Teweh – Sudah 25 alat peraga kampanye (APK) ditertibkan oleh pengawas pemilu Kecamatan Teweh Tengah, Partai Gerindra 4 buah, PAN 3 buah, PDIP 2 buah, Demokrat 2 buah, Perindo 6 buah, Nasional Demokrat 1 buah, Golkar 1 buah, Hanura 1 buah dan Capres no 1 5 buah,

Penertiban dilakukan karena APK melanggar ketentuan PKPU no 28 tahun 2018 pasal 24. Dimana didalam pasal tersebut telah ditentukan larangan pemasangan APK, seperti di fasilitas umum, tempat ibadah, perkantoran, sekolah atau pendidikan , pemasangan APK di Pohon, dan lain lain.

Ketua Panwaslucam Teweh Tengah, M.Nasution menerangkan, sebelum melakukan penertiban pihaknya sudah melayangkan surat kepada partai politik yang melanggar ketentuan yang sudah ditetapkan oleh KPU, selain itu pula Panwaslucam Teweh Tengah juga melakukan pendekatan secara persuasif kepada peserta pemilu melalui sms atau wa sebelum penertiban, sebagian ada menurunkan sendiri setelah mendapatkan surat peringatan dan sebagian lagi diturunkan oleh Panwaslucam bekerja sama dengan Satpol PP, Trantib Kecamatan, Polsek dan Koramil.

Kita mengimbau agar peserta pemilu untuk mematuhi ketentuan terutama dalam pemasangan APK, dengan memperhatikan PKPU NO 28 TAHUN 2018 pasal 24 tentang APK dan memperhatikan etika serta estitika , misalnya, APK yang dipasang didepan rumah warga hendaknya mendapat ikon dari yang punya rumah atau tanah sehingga tidak ada laporan keberatan oleh yang punya rumah ke panwaslucam, demikian juga estetika, yang lebih cenderung memperhatikan keindahan, sehingga kota Muara Teweh meski banyak APK namun tetap rapi dan tertib.

Baca Juga :   Mayat Berbau Busuk di Persawahan, Gegerkan warga Dukuh Tegalarum

Kita mengimbau agar peserta pemilu untuk mematuhi ketentuan terutama dalam pemasangan APK, dengan memperhatikan PKPU NO 28 TAHUN 2018 pasal 24 tentang APK dan memperhatikan etika serta estetika , misalnya, APK yang dipasang didepan rumah warga hendaknya mendapat ijin dari yang punya rumah atau tanah sehingga tidak ada laporan keberatan oleh yang punya rumah ke panwaslucam, demikian juga estetika, yang lebih cenderung memperhatikan keindahan, sehingga kota Muara Teweh meski banyak APK namun tetap rapi dan tertib.(TWNS2/Tim)

id_IDIndonesian
id_IDIndonesian