Laporkan Pencemaran Lingkungan, Warga Sikui Diteror Diusir dari Desa

oleh -126 views

TEWENEWS, Muara Teweh – Kabar pencemaran air sungai di Desa Sikui, Kecamatan Teweh Baru, sudah sampai ke telinga masyarakat Kota Muara Teweh juga pejabat di Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Barut).

Tapi hanya sedikit yang tahu, kalau perjuangan sejumlah warga Sikui untuk menyebarkan informasi ini, kadang dibalas dengan ancaman pengusiran dari Desa setempat.

Bahkan tidak jarang mereka yang masih ketergantungan dengan air sungai itu, ditakut-takuti oleh sekelompok orang, yang tidak senang adanya pencemaran disampaikan ke pihak luar.

Adanya ancaman sekaligus teror tersebut, setidaknya diungkap sendiri oleh salah seorang warga Desa Sikui, Repelita Rizki, melalui akun facebooknya.

“Ada pihak yang berusaha menakuti warga agar masalah ini tidak dibeberkan kepada pihak di luar Desa Sikui. Upaya menakuti warga termasuk datangnya dari oknum aparatur pemerintahan desa,” bebernya.

Hal yang sama dialami warga Desa Sikui lainnya, Arisa Putri. Menjawab cuitan Repelita, dia justru mengaku tidak gentar, meski sempat berkali-kali diteror. Pencemaran sudah dua bulan terjadi, dia ditakuti agar tidak menyebarkan informasi ke pihak luar.

“Tidak apa apa, saya sudah biasa ditekan, diancam lebih dari itu juga pernah saya alami. Semoga ditahun baru, ada perubahan baik bagi penyediaan mutu air bersih di Sikui,” harapnya.

Seperti diketahui, kasus pencemaran air sungai di Desa Sikui, disebarkan warga melalui media sosial Facebook. Melalui postingan bebetapa poto, digambarkan kondisi air yang sudah berubah warna, timbulkan bau menyengat dan rasa sepat dimulut.

“Kadang air jernih seperti minuman kemasan, kaya habis dicampur obat pemutih. Kadang keruh seperti ada kerbau mandi. Kadang hitam pekat seperti ketumpahan air comberan. Meski terlihat jernih, baunya menyengat. Bila air kena tangan, jadi gatal, dan air lengket di kulit,” ungkap Syla Zafira, dalam postingan akun facebooknya.

Kasus ini tak bisa lagi ditolerir. Kalau tak ada tindakan, berarti ada yang sengaja tutup mata dalam kasus Ini. Padahal faktanya sudah jelas berubahnya warna air Sungai Sikui akibat adanya pencemaran. Kalau air warnanya, juga rasanya dan baunya berubah, terindikasi tercemar. (Tim)