Mangkrak Setahun, Rumah Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Malaka di Kerjakan Lagi

oleh -397 views
Progres Pembangunan Rumah Jabatan Bupati Malaka (Foto diambil 10/10/2018)

TEWENEWS, Malaka – Sempat Mangkrak Setahun, Pembangunan Rumah Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Malaka, Kini Hampir tuntas dikerjakan(11/12/2018).

Kabupaten Malaka sebagai salah satu Daerah Otonom Baru (DOB) di Indonesia, terus melakukan berbagai hal, termasuk menyiapkan fasilitas untuk pemerintahan.
Pada tahun 2015 pemerintah kabupaten Malaka melakukan pembangunan, rumah jabatan bupati dan wakil bupati, yang dianggarkan melalui dana APBD 2015 senilai Rp 5,5 miliar.

Proggres pembangunan Rumah Jabatan Wakil Bupati Malaka.(foto diambil 10/10/2018)

Proses pembangunan rumah jabatan Pada tahun 2015 dengan total anggaran senilai Rp 3 miliar, yang dikerjakan oleh PT. Roda Mandiri Nusantara, yang beralamat Jl. Merdeka, kecamatan kota Atambua kabupaten Belu, saat itu mulai dikerjakan pada tahun 2015-2016,akan tetapi progres hingga pengatapan lalu di stopkan pada masa setelah dilantiknya bupati dan wakil bupati terpilih.

Masih pada tahun yang bersaman proses pembangunan rumah jabatan wakil Bupati pun dengan total anggaran waktu itu sebesar 2,5 miliar, yang dikerjakan oleh PT. Tangga Batu Jaya Abadi,yang beralamat Jalan Gunung Sahari, Kecamatan Pademangan, DKI Jakarta. Pada waktu itu dikerjakan sejak tahun 2015-2016 proggres hingga pengatapan lalu di stopkan juga, setelah dilantiknya bupati terpilih .

Sementara pada tahun 2018 proses. Pembangunan Rumah Jabatan Bupati mulai dilanjutkan yang kerjakan oleh CV Berkat Mulia, dan beralamat jln Oekamusa, Kecamatan Amanuban Barat – Timor Tengah Selatan, dengan sumber anggran APBD Tahun 2018 dengan nilai kontrak Rp.1.3 Miliar, hingga kini dalam proses dikerjakan berjalan masa kontrak berakhir pada akhir bulan ini.

Pada tahun yang bersamaan pula Pembangunan Rumah Jabatan Wakil Bupati mulai dilanjut kerja oleh CV.Belindo Karya, beralamat JL.Untung Surapati,Kel.Naikotem I – Kupang (Kota), dengan sumber anggaran APBD 2018 dengan nilai kontrak Rp 1.165.210.000,00, hingga kini proggres berlangsung dikerjakan,waktu kerjanya akan berakhir pada akhir bulan ini.

Melihat mulai terjadi pekerjaan lanjutan rumah jabatan bupati dan wakil bupati tersebut, muncul pertanyaan baru yang dilontarkan oleh Herman Nai Ulu selaku Penjabat bupati malaka waktu itu, sempat di konfirmasi beberapa waktu lalau, kepada wartawan dia mengatakan, kenapa pembangunan rumah jabatan hingga kini belum tuntas, lantaran dalam masa jabatanya sebagai pejabat bupati saat itu, tidak perna merencanakan untuk pembangun rumah jabatan bupati dan wakil bupati.

Hal seperti ini, masyarakat perlu tanya kenapa saat itu mangkrak, sedangkan tahun ini di bangun lagi dengan anggaran APBD baru dan PT/CV yang berbeda, anehnya waktu tidak ada temuan inspektorat pada tahun itu. Tanyakan kotraktor yang kerja awal itu.

Masa Setahun pembangunan mangkrak kok media cetak dan online tidak pertanyakan. Tanyakan PPK waktu itu, tanyakan kadis PU yang tahu soal hal ini.

Hal senada disampaikan Yosep Ama Bere Anggota DPRD Malaka yang sudah di PAW kan Bulan lalu, Kepada wartawan (10/10/2018/) Mengatakan waktu itu pembangunan rumah jabatan bupati dan wakil bupati sempat menjadi sorotan masyarakat malaka.

“Sumber dana yang di anggarkan tahun 2015 itu, di masa jabatan penjabat bupati, yaitu sekretaris daerah Malaka sekarang, Donatus Bere, dana pembangunan tersebut dianggarkan waktu itu sistimnya bukan Multi years, seharusnya dikerjakan hingga tuntas pada tahun 2016 itu.

“Akan tetapi saat bupati defenitif dilantik, dan mulai menjabat bupati malaka, saat itu diruang sidang paripurna, bupati SBS perintahkan untuk hentikan pekerjaan pembangunan rumah jabatan bupati dan wakil bupati, sebab seingat saya bupati mengatakan yang di perioritaskan adalah pembangunan rumah rakyat, bukan rumah jabatan.

“Sedangkan tahun 2017 mulai dianggarkan dana pembangunan lanjutan, sehingga tahun ini mulai dilanjut kerjakan oleh CV/PT baru. Bagimana dengan PT yang mengerjakan awal itu, sumber dananya dikemanakan, kok tidak ada temuan saat inspektorat melakukan pemeriksaan, wartawan tolong tanyakan ke penjabat bupati yang kini menjabat setda malaka.

Sementara hingga berita ini diturunkan,Plt Bupati Malaka, Bupati Malaka, PPK Proyek pembangun rumah jabatan bupati dan wakil bupati, serta kepala dinas PU sekalipun belum bisa dikonfirmasi.(Beres)