Mantir Dan Anggota Gerdayak Cek Lahan Dihalanggi, Arnoldus Wea : Baca Berita Acara Dewan Dengan Teliti

oleh -8 views

TEWENEWS, Muara Teweh – Tindak lanjut dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, pada hari Kamis 16 Januari 2020 lalu perihal sengketa lahan dan dugaan pelanggaran adat. Demang Kabupaten langsung menyurati Kepala Desa, Banao Hulu, Banao Hilir, dan Camat Lahei Barat dan pihak PT. Permata Indah Sinergi (PT.PIS) untuk melakukan pemeriksaan lapangan.

Para Mantir dan beberapa orang anggota Gerdayak Barut, menurut informasi saat di lokasi Selasa (22/1) dihalangi-halangi oleh pihak perusahaan.

Baca Juga :   Kini Giliran PKB Kalteng Ditemui PKS

Katul, perwakilan sembilan orang Mantir mengatakan saat kami menjalankan tugas saat cek lokasi di hadang oleh beberapa oknum menejeman PT. PIS yang bernama Herman dengan dikawal beberapa pihak keamanan.

Baca Juga :   Komunitas Masyarakat Adat Teluk Malewai Minta Izin PT.PIS di Cabut

” Mereka memaksa kami untuk pulang, jangankan mereka menghadiri surat undangan untuk sama-sama cek lapangan malah kami disuruh pulang,” ungkap Katul, kepada tewenews.com, Rabu (22/1/2020).

Ia mengatakan hasil pengecekan bahwa benar dilokasi kami menemukan Batang, Durian, Ulin dan pohon buah-buahan yang digusur ke pinggir jalan. ” Dan di Jembatan Sungai Putung kami menemukan beberapa pohon Tengkawang dan pohon buah-buahan lain yang digunakan untuk jembatan sesuai laporan pihak pengugat,” ungkapnya.