Merasa Dirugikan Postingan Bagi Amplop, Tim Relawan “Serbu” Panwaslu

oleh -24 views

TEWENEWS, Muara Teweh –  Kantor Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Barito Utara (Barut) kembali menerima pengaduan terkait Pemilukada Barut. Kali ini pengaduan datang dari tim relawan pasangan calon (paslon) nomor urut 2. Dalam hal itu, mereka merasa difitnah melakukan praktek money politik alias politik uang.

“Kami difitnah dan merasa dirugikan dengan postingan bagi amplop sebagaimana dituduhkan beberapa pihak. Kami mengajukan laporan resmi hari ini,” ungkap Ketua Tim Relawan Paslon 2, Hikmat Hanjian, didampingi timses Rony, dikantor Panwaslu, Minggu (24/6/2018).

Kedatangan tim relawan dan tim sukses Paslon 2, diterima langsung Ketua Panwaslu Kodin Manik di ruang kerjanya, kantor Panwaslu Barut di komplek Wira Praja. Beberapa poin keberatan tim relawan paslon 2, bahwa mereka tidak pernah merasa mebagikan uang sebagaimana diisukan melalui media sosial.

Baca Juga :   Heru : Politik Substantif Lebih Bermanfaan Bagi Rakyat

“Kami tidak pernah membagikan uang dalam bentuk apapun, dan membagikan melalui amplop. Termasuk memerintahkan pihak tertentu untuk membagikan uang. Artinya kami telah difitnah bermain politik uang, sehingga kami harus melapor ke Panwaslu,” tegas Hikmat, diamini Rony.

Disisi lain, Ketua Panwaslu Manik menegaskan, terlebih dahulu melalukan ferivikasi atas pengaduan salah satu paslon. Dalam hal itu pihaknya, harus melakukan kroscek data, sebelum menentukan apakah pengaduan layak dilanjutkan.

Baca Juga :   Jawawi Minta, Kader dan Caleg NasDem Intens Sosialisai ke Masyarakat

“Kami juga mendapatkan intruksi langsung panwaslu provinsi untuk mengusut masalah ini. Hanya saja yang kami usut terkait praktek money politik. Sehingga berkas ini kami terima untuk diferivikasi, sebelum melakukan langkah lebih lanjut,” kata Manik, kepada tim relawan paslon 2.

Dilain pihak, isu money politik atau politik uang yang disebarkan sejumlah kelompok melalui media sosial, bakal berbuntut panjang. Direktur PT.Solomon Energy selaku pihak yang dirugikan dalam masalah tersebut, melapor ke kepolisian resor Barut.

“Kami merasa dirugikan dengan postingan bagi duit melalui amplop, yang mana mengatasnamakan perusahaan kami. Kami sendiri tidak pernah merasa membagikan uang sebagaimana dituduhkan,” ungkap Direktur PT.Solomon Energy, H Mardi, di kantor Polres Barut, Minggu (24/6/2018).

Baca Juga :   K.H. Ma'ruf Amin Tutup Muktamar PKB di Bali

Sejauh ini, pihak penyidik kepolisian sedang menggali informasi terkait kasus ini. Terutama melakukan pemeriksaan terhadap pelapor. Hampir tiga jam, pelapor melayani pertanyaan dilakukan penyidik kepolisian Barut. (tim)