Merasa Dirugikan Ratusan Juta, Bank BRI Digugat Nasabah ke Pengadilan

TEWENEWS, Tamiang Layang – Merasa dirugikan ratusan juta oleh oknum pegawai Bank BRI cabang Buntok, Kalimantan Tengah, Dedy Irawan gugat Bank BRI melalui kuasa hukumnya ke Pengadilan Negeri (PN) Tamiang Layang, Rabu (26/09/2019).

Wangivsy Eryanto, SH bersama kliennya Dedy Irawan, usai mendaftarkan gugatan di PN Tamiang Layang kepada wartawan mengatakan, hari ini kami menyampaikan gugatan perbuatan yang melawan hukum dan sita jaminan karena merasa dirugikan oleh oknum pegawai Bank BRI cabang Buntok dengan inisial DMAK, yang menangani bidang pinjaman kredit nasabah.

” Klien kita ini melakukan pinjaman kepada bank BRI dengan addendum, sudah dipotong 10 persen dengan isi perjanjian yang jelas, yang menjadi masalah angsuran klient kita ini diambil kerumah oleh oknum pegawai Bank BRI dengan inisial DMAK, yang menangani bidang pinjaman kredit dengan nilai Rp 50, 100, 150 dan 200 Juta, dengan total setoran sebesar Rp 700 Juta, ternyata setoran tersebut tidak sampai, setelah kita melakukan somasi kemarin ke bank BRI, alasan mereka tidak nomor registernya,” ucapnya.

Terhadap hal demikian, kepala cabang Bank BRI cabang Buntok, kita ikutkan sebagai tergugat, karena oknum pegawai Bank BRI yang tergugat merupakan pegawai Bank BRI, jadi kepala cabang ini melekat.

” Memang gugatan kita subjektif, karena karyawan BRI, bekerja sesuai perintah atasan sehingga klien kita mengalami kerugian materil dan inmateril, materialnya senilai Rp 2,4 Milyar, karena kita berpatokan sesuai dengan KUHP perkara perdata itu sebesar 6 persen sesuai perjanjiannya,’ paparnya.

Bayangkan saja kata Wangvsy, kalau Rp 700 Juta Rupiah tersebut, dipakai klient kita selama sekian bulan, pasti ada keuntungan, yang lebih berat lagi bagaimana kalau klien kita di blacklist, tidak bisa mendapat pinjaman dari bank seluruh Kalteng, karena nama baiknya telah telah rusak.

” Kita juga meminta sita jaminan, namun dalil kita ini nanti akan kita buktikan di saat persidangan. Kuasa yang diberikan klien kepada kita ini sudah diberikan pada bulan Februari 2019, 6 bulan lebih karena ada somasi masih kita tunggu, siapa tahu ada jalan keluarnya, memang ada jawaban dari bank BRI namun tidak ada titik terang, siapa yang akan mengganti,” tutup Wangivsy.

Sementara itu Humas PN Tamiang Layang Helka Rerung mengatakan, pihaknya menerima pendaftar perkara atas nama Dedy Irawan melalui kuasa hukumny dan sudah diregistrasi di pengadilan, dengan nomor register 26/Pdt.G/2019/PN.Tml, antara Dedy Irawan melawan DMAK serta BRI cabang Buntok.

Sesuai dengan SOP di PN Tamiang Layang setelah didaftarkan, gugatan ini kemudian diproses dan langsung diberikan kepada Ketua PN untuk dapat dipelajari dan menunjuk hakim dalam waktu tujuh hari, untuk menyidangkan perkara ini.

Selanjutnya hakim yang ditunjuk untuk menyelesaikan perkara ini, menentukan hari sidang dan memerintahkan para jurusita untuk memanggil para pihak untuk hadir di persidangan, pungkas Helka. (Ahmad F)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: