Minta Kades Lampeong II di Usut, Warga Ancam Demo Polres dan Kantor Bupati

oleh -23 views
Istimewa

TEWENEWS, Muara Teweh – Santernya pemberitaan bahwa Kepala Desa (Kades) Lampeong II diduga melakukan korupsi ADD dan DD, mendapat respons luar biasa.  Beberapa tokoh masyarakat Lampeong II meminta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah serta pihak Inspektorat Kabupaten Barito Utara agar segera meninjau langsung ke Desa Lampeong II, agar dugaan kasus tipikor tersebut dapat diusut tuntas.

Kini, polemik dugaan kasus tersebut melahirkan dinamika baru yang membuat gerah masyarakat Lampeong II, beberapa waktu lalu, beberapa orang tokoh masyarakat yang gencar menyuarakan aspirasinya terkait dugaan kasus tersebut dilaporkan oleh Kades ke Kepolisian Sektor (Polsek) Gunung Purei dengan dugaan kasus pencemaran nama baik dan fitnah.

Baca Juga :   Desa Pinang Tunggal, Membangun Jalan Padat Karya dan Titian Usaha Tani dari Dana Desa

Tidak cukup sampai disitu, Sekretaris Desa Lampeong II, Bahriadi, diberhentikan secara sepihak oleh kades Lampeong II tanpa rekomendasi tertulis dari Camat Gunung Purei, meskipun pemberhentian tersebut disinyalir tidak sah dan batal demi hukum, akan tetapi masih menyisakan catatan hitam dalam sejarah yang kelak akan menjadi sejarah kelam dalam tatanan birokrasi Pemerintah Desa Lampeong II.

Tokoh masyarakat Lampeong II, Agus Sri Mulyawan mengungkapkan, pihaknya meminta agar pihak terkait segera bertindak tegas, karena jika tidak, masyarakat akan melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolres Barut serta di depan Kantor Bupati.

Baca Juga :   Polsek Tapung Hulu Tangkap 7 Pelaku Judi Ketangkasan Tembak Ikan di Desa Kasikan

“Untuk yang kesekian kalinya, kami meminta pihak terkait segera mengusut tuntas dugaan tipikor ini, agar Kades Lampeong II segera mempertanggung jawabkan perbuatannya, jangan sampai kami demo di depan Polres dan di depan Kantor Bupati”, ungkap Agus.

Warga lain, Ismanto, menuturkan, pihaknya hanya ingin meminta keadilan hukum kepada pihak yang berwenang, selain itu, mereka juga akan terus mengawal proses hukum dugaan kasus korupsi tersebut hingga terusut tuntas.

“Kita akan monitoring terus prosesnya, dan kami meminta pihak berwenang agar jangan pilih kasih dalam penegakan hukum, supaya mata pisau hukum tidak hanya tajam kebawah”, pungkasnya.

Seperti diketahui, Kepala Desa Lampeong II, Sutnadi, beberapa waktu lalu telah membantah keras jika dirinya melakukan tipikor sebagaimana dugaan sekelompok masyarakat, menurut Sutnadi, dirinya telah bekerja secara profesional, tidak ada penyelewengan.

Baca Juga :   Desa Nonokliwon di Murung Raya Bangun Jembatan dan Rumah Guru Dari Dana Desa

“SPJ sudah diversifikasi, karena bangunan fisik telah selesai, dan tidak ada temuan disana oleh inspektorat, korupsinya dimana???,” bantah Sutnadi.

Sutnadi juga menyesalkan sikap beberapa tokoh masyarakat serta oknum – oknum perangkat Desa Lampeong II yang begitu mudah terprovokasi oleh sekelompok masyarakat yang punya kepentingan, sehingga dengan gampang menuding bahwa dirinya berbuat korupsi.(Taufik/Tim)