Mobil Terseret Arus Banjir Dijalan Tambang, Pasutri Asal Muara Teweh Meninggal Dunia

oleh -1.470 views

TEWENEWS, Barito Selatan – Pasangan suami istri (Pasutri) asal Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara meninggal dunia usai mengalami kecelakaan karena mobil yang ditumpangi keduanya terseret arus banjir saat melintasi  jalan tambang batubara di wilayah Desa Patas I, Rabu (24/11/2021), sekira pukul 05.00 WIB subuh.

Kecelakaan itu terjadi di Jalan tambang (Mineroad) PT Palopo, Desa Patas I, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan.

Korban diketahui atas nama Warnisi (51) biasa disapa Buto, Kepala Bidang Pelayanan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Barito Utara yang saat itu hendak mengantar istrinya, Norjannah, untuk berobat. Kecelakaan terjadi saat mobil pribadi mereka melintas di Jalan hauling PT. Palopo.

Baca Juga :   Operasi Yustisi, Petugas Ingatkan Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan

Kapolsek Gunung Bintang Awai Iptu Rahmat Saleh dalam menjelaskan, terjadi peristiwa laka murni ini berupa satu unit mobil type Kijang Kapsul warna silver Nopol KH 1329 ET mengakibatkan korban dua korban meninggal dunia.

Menurut Kapolsek, berdasarkan keterangan para saksi, awalnya mobil terseret arus banjir akibat luapan curah hujan tinggi yang memutus jalan hauling PT Palopo sepanjang sekitar 100 meter dengan kedalaman sekitar satu meter.

Baca Juga :   Personel Satpolairud Polres Sukamara Bersama BPBD Sukamara Piket Karhutla

Mobil korban, Warnisi dan Norjanah masuk ke Jalan tambang PT. Palopo dari arah Jalan Negara Ampah-Muara Teweh menuju arah Tabak Kanilan.

“Mobil langsung menerobos banjir, namun ketika mobil berjalan sekitar 60 meter, tiba-tiba bagian belakang mobil terseret arus banjir dan terbawa menuju sungai,” jelas Kapolsek.

Dikatakannya, saat itu, lampu mobil langsung mati dan penumpang di dalamnya tak sempat membuka pintu mobil. Mobil hilang terbawa arus sungai.

“Setelah dilakukan pencarian oleh Kepolisian Sektor Gunung Bintang Awai dibantu oleh dua orang personel Brimob serta masyarakat sekitar, akhirnya mobil berhasil ditemukan yang berjarak sekitar 150 meter dari TKP awal dan mobil berada di tengah sungai,” jelas Rahmat.

Baca Juga :   Personil Polsek Hanaut Melaksanakan Operasi Yustisi Di Jalan Bapinang Pagatan Desa Babaung

Evakuasi dilakukan dengan menggunakan dua unit alat berat eksavator milik PT Electra Global.

”Untuk dapat menuju ke lokasi mobil dengan membuka jalan pada kebun karet milik masyarakat.
Selanjutnya mobil ditarik menggunakan tali seling dan setelah terangkat selanjutnya mobil dibuka dan diketahui terdapat dua orang korban meninggal dunia. Selanjutnya, kedua korban dibawa menuju Puskesmas Patas untuk diivisum,” pungkas Kapolsek.

(RG/AP/)