MTQ ke-51 di Barut, Harus Mampu Melahirkan Qori dan Qoriah Berkualitas

oleh -41 views

TEWENEWS, Muara Teweh – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-51 tingkat Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng), dijadwalkan diilaksanakan selama enam hari sejak 03-08 Maret 2020.

Ajang syiar Islam kali ini, diharapkan mampu melahirkan Qori dan Qoriah berkualitas, sehingga mengharumkan Barut pada MTQ tingkat provinsi 24 Maret di Buntok, Kabupaten Barito Selatan.

Harapan itu diungkap Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Barut, H Jawawi, saat meninjau persiapan di Water Front City (WFC) di Jalan Panglima Batur, kepada tewenews.com, Senin (2/3/2020) siang.

Baca Juga :   Jauhi Narkoba!!, Personel Marnit Kumai Ajak Generasi Muda Waspadai Konsumsi Obat - Obatan Terlarang

“MTQ syiar Islam, menghasilkan qori dan qoriah berkualitaas untuk dikiriim ke tingkat provinsi 24 Maret di Buntok. Paling tidak mampu mempertahankan predikat rangking 2 tingkat provinsi,” kata Jawawi.

MTQ ke-51 tingkat kabupaten di Barut diikuti sembilan kecamatan. Pelaksanaan dipusatkan di Water Front City (WFC) di Jalan Panglima Batur, Muara Teweh, Ibu Kota  Kabupaten Barut.

Selain di WFC, kegiatan juga dilaksanakan di arena terbuka Tiara Batara Jalan Ahmad Yani, di Aula Kantor Disdik Barut Jalan Pramuka,  di Mesjid Agung Jalan Piere Tendean dan Mesjid Al Amin Jalan Padat Karya.

Baca Juga :   Antisipasi Kekerasan Terhadap Perempuan, Polwan Polres Kapuas Lakukan Sosialisasi

“Kita menyeleksi bibit Qori dan Qoriah terbaik. Jadi dalam prosesnya tak ada lagi sentimen wilayah atau status sosial. Siapa yang terbaik, dia nantinya yang mewakili Barut pada ajang MTQ tingkat provinsi,” tegas Jawawi.

Sebelumnya, Bupati Barut H Nadalsyah juga berharap, adanya kegiatan MTQ akan muncul bibit-bibit generasi yang agamis, sehingga terwujudnya masyarakat Barut yang religius.

Harapan diungkapkan bupati, disela mengecek kesiapan infrastruktur dan properti di WFC, tempat dibangunnya panggung utama MTQ ke-51 tingkat kabupaten wilayah Barut.

Baca Juga :   Gas Elpiji 3 kg di Muara Teweh Langka, Harga Per Tabung Sampai Rp 40 Ribu

WFC  berada di bantaran Sungai Barito, sepanjang Jalan Panglima Batur, tidak sekadar fasilitas umum milik Pemkab Barut. Karena juga salah satu ikon Bumi Iya Mulik Bengkang Turan.

Dalam hal itu, Nadalsyah mengimbau kepada seluruh masyarakat agar nantinya dapat menjaga fasilitas WFC yang akan digunakan dalam perhelatan tahunan itu.

“Masyarakat Barut mari kita meriahkan even religius ini. Tapi pesan saya, agar masyarakat sama-sama menjaga fasilitas WFC supaya tidak rusak,” kata bupati. (Tim)