MUI Jakarta Adakan Workshop Seni Desain Grafis Islami

oleh -45 views

TEWENEWS, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan workshop sehari tentang Seni Desain Infografis Islami di ruang Audio Visual satu Jakarta Islamic Centre, kata KH Munahar Muchtar, Ketua Majelis Ulama DKI Jakarta ketika dihubungi di kantornya, Selasa (6/8/19).

Menurutnya perkembangan kemajuan informasi teknologi (IT) telah membawa perubahan secara massif dalam segala bidang, baik yang terkait dengan dunia industri, pertahanan, pertanian maupun sosial budaya. Perkembangan dunia iptek yang demikian pesatnya telah membawa dampak luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia.

Baca Juga :   Kapendam Jaya Sampaikan Pesan Pangdam Jaya Tentang Insiden Penembakan di Cafe RM Cengkareng Barat

Selanjutnya Munahar menekankan bahwa Medan dakwah yang semakin kompleks membutuhkan para juru dakwah yang memiliki kemampuan yang komprehensif yang mampu beradaptasi dengan kemajuan informasi teknologi khususnya dalam dakwah visual.

“Meluasnya kemanfaatan media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, Whatsapp, Youtube dan lainnya harus diimbangi dengan informasi yang lebih produktif, agar berkah kemajuan IT memberikan berkah bagi ummat” tandasnya.

Baca Juga :   Patroli rawan Pagi Polsek Baamang

Arif Syukur, Kadiv Pemberdayaan Masyarakat Bidang Sosial Budaya MUI DKI Jakarta ini menjelaskan “Para peserta kami batasi hanya 50 orang yang berasal dari majelis taklim, ustazd, mahasiswa, pendakwah yang memang sudah familiar dengan dunia medsos. Mereka kita wajibkan membawa laptop agar pelatihan yang diberikan lebih mengena dan mudah dipahami. Materi workshop 80 persen praktek cara membuat meme, video pendek, quote, animasi dan lain sebaginya dengan konten-konten islami”

Baca Juga :   Tiga Pilar Grogol Petamburan Gelar Operasi Pasar Gerakan Stabilisasi Harga Pangan 2020

“Workshop ini sangat bermanfaat bagi saya sebagai generasi muda yang memang sehari-hari bergelut di medsos. Kita harus bisa mengimbangi konten-konten negatif yang penuh hoax dan kebencian serta konten-konten hedonis dengan konten-konten positif dan membangun serta yang islami. Agar nitizen bisa mengambil pelajaran dan hikmah yang kita tampilkan” kata Imam Stauqi peserta workshop yang masih menjadi mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Jakarta. (M.Solichin)