Musim Hujan Sejumlah Titik Tanggul Kritis, Sungai Cijalu dan Cilopadang Ancam Bajiri Warga Desa

TEWENEWS, Cilacap – Desa Mulyadadi Kecamatan Majenang kabupaten Cilacap, merupakan sebuah desa yang berada di sepanjnag aliran sungai Cijalu dan juga di apit sungai Cilopadang yang kedunya merupakan anak dari sungai Citanduy.

Menghadapi datangnya musim penghujan akhir-akhir ini warga masyarakat Desa Mulyadadi Kecamatan Majenang mulai gelisah dan resah kawatir terjadi bencana banjir yang sewaktu –waktu dapat menimpa.

karena di sejumlah titik tanggul sungai sudah kritis yaitu untuk tanggul sungai Cijalu sebelah kiri tepatnya di samping TK Mashitoh VIII Rt 05 Rw 04 Dusun Mulyadadi desa Mulyadadi sepanjang 50 Meter yang perlu untuk di bronjong serta tanggul yang kurang tinggi sehingga air kalau datang banjir.

Lantas sepanjang 600 meter dari TPU Mulyo Manggolo sampai jembatan menuju Rawalo Pahonjean juga perlu di normalisasi hal tersebut di sampaikan oleh ketua Rt 05 rw 04 Turyono kepada awak media, Minggu (10/11-2019).

Hal senada juga di sampaikan oleh Dakum dan Danan warga Rt 003 Rw 06 Dusun Sidamulya Desa Mulyadadi yang mengatakan bahwa tanggul sungai Cilopadang tepatnya 100 meter di belakang bendung sungai Cilopadang 2 di Dusun Sidamulya Desa Mulyadadi kecamatan majenang kabupaten Cilacap juga tanggulnya kritis dan sudah terlihat lobang berdiameter 1 meter lebih yaitu di bekas urugan yang lama akibat beberapa tahun lalu yang jebol ungkapnya.

Baca Juga :   Danramil Cilacap Hadiri Sosialisasi Hasil Pemantauan Lingkungan dan Sosekbudkesmas Pertamina RU IV

Ditempat terpisah ketua Insan Pers Jawa Tengah (IPJT) Kabupaten Cilacap Sangidun, juga merupakan tokoh masyarakat setempat mengatakan bahwa Tanggul Sungai Cijalu di bangun sekitar tahun 1984 oleh Procit (sekarang BBWS Citanduy_red).

Ia juga memaparkan sampai saat ini belum pernah ada perbaikan, masyarakat sudah ikut berperan serta dalam penanggulangan bencana banjir tersebut di antaranya kerja bhakti meninggikan tanggul dengan karung yang di isi tanah untuk mengantisipasi limpasan air pada titik-titik yang sering limpas, kalau banjir kini saatnya, pemerintah pusat hadir dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy.

“Untuk mengatasi hal tersebut agar masyarakat merasa nyaman dan aman sebagaimana di amanatkan dalam UU Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana pasal 26 hurup (a) yang berbunyi “Setiap orang berhak mendapatkan perlindungan sosial dan rasa aman, khususnya bagi kelompok masyarakat rentan bencana,” katanya.

Lebih lanjut Sangidun mengatakan bahwa berharap BBWS Citanduy segera turun tangan mengatasi tanggul yang kritis dan juga menormalisasi sungai Cijalu karena sudah banyak sekali sedimentasi yang membetuk benjolan di setiap kelokan sungai, perlu untuk dikeruk dan di normalkan, serta tanahnya untuk meninggikan tanggul karena kurang tinggi dan air banjir sering limpas ‘’tandasnya.(Totong/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: