Nadalsyah Sampaikan Raperda Pertanggungjawaban APBD tahun 2017

oleh -11 views

TEWENEWS, Muara Teweh – DPRD Kabupaten Barito Utara (Batara ) melaksanakan rapat Paripurna I masa sidang II tahun 2018, dalam rangka Pengantar rancangan peraturan daerah Kabupaten Batara, tentang pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2017, yang dilaksanakan di Aula DPRD setempat, Selasa (24/7/2018).

Rapat yang di pimpin wakil ketua I DPRD Batara H Mery Rukaini dihadiri Wakil Bupati Batara Drs ompie Herby, waket II H Acep Tion SH, berserta anggota DPRD lainya dan unsur FKPD serta yang mewakili Kepala perangkat daerah.

Baca Juga :   Pjs.Bupati Barut,lantik PAW Anggota BPD Desa Panaen dan BPD Desa Kandui

Dalam sambutannya Bupati Batara H Nadalsyah menyampaikan, sebelum menyampaikan rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2017 kepada DPRD. Pemerintah kabupaten Batara telah menyampaikan laporan keuangan Pemerintah daerah tahun anggaran 2017 kepada badan pemeriksa keuangan Repoblik Indonesia perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah untuk dilakukan pemeriksaan.

“Berdasarkan hasil atas laporan keuangan tersebut Pemerintah kabupaten Batara kembali mendapatkan Opini wajar tanpa Pengecualian,”ujar Naldalsyah.

Baca Juga :   Tiga ASN Barut Purna Tugas

Opini wajar tanpa pengecualian ini, lanjut dia, Merupakan opini yang ke empat kalinya yang di terima oleh pemerintah atas laporan keuangan.

Lebih lanjut, diasampaikannya,setelah mendapatkan hasil atas penyampaian laporan keuangan laporan pemerintah daerah mengenai pertanggung jawaban pelaksanaan APBD tahun 2017, dari badan pemeriksa keuangan RI perwakilan Provinsi kalteng. Maka pada hari ini Pemerintah Kabupaten Batara menyampaikan raperda tentang pertanggung jawaban pelaksanaan APBD tahun 2017.

Baca Juga :   Anjangsana ke Lapas, Nadasyah Janji Bangun Sumur Bor Skala Besar

Anggaran APBD tahun 2017 sebelum perubahan sesuai peraturan daerah kabupaten Barito Utara No 8 tahun 2016 tentang APBD tahun 2017 terdiri dari Pendapatan sebesar Rp 1,013 triliun, belanja sebesar Rp 1,066 triliun, dan jumlah defisit sebesar Rp 53,1 milyar serta jumlah pembiayaan bersih sebesar Rp 254 milyar.(As)