Nanang dan Andre Paulus, Mencuri di Rumah Neti Kumala Dewi di Tangkap Polisi

oleh -138 views

TEWENEWS, Muara Teweh – Polres Barito Utara, Polda Kalimantan Tengah, menangkap dua orang pencuri yang beroperasi di wilayah Kota Muara Teweh, Pelaku ada dua orang yakni Nanang Suradi alias Nanang (19) warga jalan Parangkampeng Rt 22, Kel. Lanjas, Kecamatan Teweh Tengah dan Andre Paulus Setiawan alias Ago (21) alamat jalan Muara Desa Ipu Km 8, Kecamatan Lahei. Keduanya Residivis perkara Curanmor.

“Kedua tersangka ditangkap di rumah masing-masing, Nanang ditangkap pada hari Rabu tanggal 13 Nopember 2019 pukul 16.45 WIB dan Ago pada pukul 17.05 WIB,” ungkap Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Barito Utara, Ajun Komisaris Polisi Kristanto Situmeang, Kamis, (14/11/2019).

Lanjut kasat peristiwa pencurian dengan korban atas nama Neti Kumala Dewi, yang peristiwanya diketahui pada hari Senin tanggal 11 Nopember 2019 pukul 10.30 WIB, di rumah yang terletak di jalan Karya Praja, RT. 33, Kelurahan Melayu, Kecamatan Teweh Tengah, dengan kerugian sebanyak Rp. 45 juta.

Baca Juga :   Sat Narkoba Polres Mura, Ringkus Budak Sabu Modus Pedagang Jam Tangan

“Barang milik korban Neti yang hilang berupa handycamp, kamera digital, jam tangan, uang asing berbagai negara (Amerika, Singapura, Malaysia, Thailand, Arab Saudi), laptop dan HP,” kata Kristanto.

Penangkapan ini papar Kasat Reskrim, bermula dari informasi yang di beri oleh informan, bahwa hari Senin tanggal 11 Nopember 2019 pukul 16.00 WIB, tersangka Anang Suradi memperlihatkan uang kertas asing dan kamera digital. Berdasarkan keterangan informan, ciri-ciri uang asing dan kamera digital tersebut identik dengan uang asing dan kamera digital milik korban yang hilang.

“Atas dasar informasi tersebut, kemudian Unit Buser dan Unit Pidum Sat Reskrim serta Unit Kam Sat Intelkam Polres Barut melakukan penyelidikan mengenai keberadaan tersangka, dan hari Rabu tanggal 13 Nopember 2019 tersangka Anang Suradi berhasil ditangkap di rumah orang tuanya dijalan Parangkampeng Rt 22, kelurahan Lanjas,” ujarnya.

Setelah dilakukan introgasi singkat lanjut Kristanto, tersangka Anang Suradi mengakui telah melakukan pencurian di rumah Neti bersama dengan tersangka Andre Paulus, dan langsung kami lakukan penangkapan, di rumahnya di Desa Ipu Km 8, Kecamatan Lahei.

“Tersangka Anang Suradi berperan sebagai pelaku utama yang masuk ke dalam areal rumah korban yang sekelilingnya berpagar, kemudian mencongkel pintu rumah korban sebelah kiri dengan menggunakan kapak, linggis dan gunting rumput. Setelah berhasil merusak pintu, kemudian tersangka mengambil barang-milik korban,” ungkapnya.

Baca Juga :   Dua Truck Adu Kuat di Ruas Jalan Ampah-Tamiang

Sedangkan tersangka Andre Paulus, di jelaskan Kasat, ia berperan membantu tersangka Anang Suradi memanjat pagar tembok dibelakang rumah korban, mengawasi keadaan sekitar rumah korban dan memberitahu tersangka Anang Suradi apabila aksi pencuriannya diketahui oleh orang lain.

“Adapun barang bukti adalah, satu linggis panjang sekitar 165 centi meter, satu kapak panjang sekitar 80 centi meter, satu gunting rumput panjang sekitar 60 centi meter, dalam keadaan patah. juga turut disita dari tersangka Andre Paulus satu lembar uang @100 USD, satu lembar uang @1 USD, satu handycam merk Panasonic, satu jam tangan merk Mirage, satu jam tangan merk Sophie Martin,” kata Kasat.

Baca Juga :   Polisi Tangkap Lima Pencuri Rumah Kosong di Muara Teweh

Kemudian turut di sita dari tersangka Anang Suradi, sembilan lembar uang @100 USD, satu lembar uang @1 USD, satu lembar uang @5 USD, dua lembar uang @5 Ringgi, satu lembar uang @1 Ringgit, sepuluh lembar @1 Riyal, dua lembar @50 Riyal, dua lembar @5 Riyal,  satu lembar @1 Riyal, empat lembar @10 Riyal, satu lembar @10 SD, satu lembar @100 Bath, satu jam tangan merk SKMEI warna silver, satu kamera merk Casio warna silver, satu HP merk Nokia warna hitam, satu laptop merk Acer warna biru dan charger dan satu laptop merk Toshiba warna abu-abu dan charger.

“Kepada kedua tersangka kami kenakan pasal 363 atau 362 KUHPidana tentang pencurian dengan ancaman hukuman penjara maksimal selama tujuh tahun, sementara barang bukti sudah diamankan guna pemeriksaan lebih lanjut,” Pungkas AKP Kristanto Situmeang.(Tim)