Oknum Guru Honorer di Sebangau Setubuhi Muridnya

TEWENEWS, Pulang Pisau – Jajaran Polres Pulang Pisau berhasil meringkus pelaku kejahatan persetubuhan(asusila) seorang guru pada muridnya. Untuk itu Polres Pulang Pisau Kalteng menggelar konferensi pers di depan Lobi Mapolres, Minggu (23/2) pukul 10.00 WIB.

Peristiwa persetebuhan yang menimpa siswi kelas 9 SLTP di Kecamatant Sebangau Kuala tersebut terjadi pada, Jumat (21/2)) sekitar pukul 10.00 WIB, di ruang kesiswaan sekolah yang berada di Kecamatan Sebangau Kuala Kabupaten Pulang Pisau dengan Pelaku berinisial MA (25) adalah sebagai tenaga honorer di sekolah tersebut.

Kapolres Pulang Pisau AKBP. Siswo Yuwono BPM, S.H., S.I.K. kepada wartawan menceritakan bahwa kejadian berawal pada saat korban sedang duduk di depan kelas bersama teman-temannya lalu ada panggilan menggunakan microphone menyebut nama korban dan temannya untuk datang ke ruang kesiswaan.

Saat itu kata Kapolres MA sudah menunggu di luar ruang kesiswaan. Dengan dalih menuduh kedua pelajar tersebut berpacaran, pelaku mengajak kedua pelajar masuk ke ruang UKS secara bergantian dan yang pertama adalah teman korban. Setelah itu tidak lama kemudian teman korban dan pelaku keluar ruangan,” lanjut Siswo Yuwono.

Baca Juga :   Tersangka Pencabulan Bocah di Muara Teweh, di Amuk Masa

“Kemudian pelaku menyuruh korban masuk ke ruangan kesiswaan dan disusul pelaku yang mendatangi korban,” jelas Siswo seraya menambahkan bahwa pelaku mengajak korban melakukan persetubuhan namun korban berusaha menolak tetapi pelaku tidak kuasa menahan nafsu dan langsung memaksa menyutubuhi korban.

Setelah kejadian itu kata Kapolres korban menyampaikan kepada orang tuanya ,dan oleh orang tua korban langsung melaporkan ke pihak kepolisian.

“Saat ini pelaku dan barang bukti sudah kami amankan di Polres Pulang Pisau untuk penyidikan lebih lanjut,” Tegas Siswo.

Atas perbuatannya MA dikenakan pasal tindak pidana setiap pendidik atau tenaga kependidikan dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 ayat (3) Jo pasal 76 D Undang-undang Republik Indonesia No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No 01 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.(Sofyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: