Hubungi Kami

HUKRIM

Oknum Guru Olah Raga di SDN Cinangsi, Diduga Cabuli Tujuh Orang Muridnya

Published

on

TEWENEWS, Cilacap – Kabar kurang sedap kembali berhembus dari lingkungan pendidikan di Kabupaten Cilacap. Seorang oknum guru olahraga di salah satu SDN di Cinangsi, kecamatan Gandrungmangu, diduga melakukan tindak pelecehan sexsual terhadap tujuh orang muridnya.

Tindakan tak terpuji oleh oknum pendidik tersebut diduga terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang seharusnya memberikan perlindungan kepada para murid tersebut, selain di lingkungan rumah.

Dugaan pelecehan sexsual oleh oknum guru ini terungkap saat salah satu korban menceritakan kepada orang tuaya, dan pada akhirya Korban yang lain ikut menceritakan kelakuan sang guru bejat tersebut.

Para wali murid korban dan para guru di hadiri juga dari para intansi terkait,pada hari kamis (4/4) pukul 11.00 WIB melakukan musyawarah yang kedua kalinya, para orang tua murid ini juga meminta pihak sekolah bertanggungjawab atas perbuatan yang dilakukan oleh K S, “Bahkan para orang tua siswi tersebut sepakat akan menempuh jalur hukum,” ungkap salah satu orang tua korban.

Salah seorang orang tua murid, berinisial T mengaku awalnya hanya menanyakan kepada putrinya, A (8) yang tidak mau sekolah kalo pas ada pelajaran olah raga, dan dari putriyapun menyampaikan keluhanya bahwa kalo buang air kecil merasa sakit, “Biasanya sekolah  tidak minta di tunggu,  sekarang kalo sekolah minta di tunggu,” jelasnya

Baca Juga :   Kisruh Kades dan Perangkat Desa, Dua Tahun Dana Desa Tidak Cair

Putrinya beralasan takut kepada K S, oknum guru yang di duga melakukan pelecehan sexsual. Setelah didesak, ternyata putrinya mengaku kalo ada salah satu gurunya yang berinisial K S, melakukan pelecehan seksual kepada dirinya

Ia pun bertambah kaget dan kesal mendengar pengakuan putrinya. Sebab setelah didesak A takut karena mendapatkan pelecehan seksual dari oknum guru tersebut. “Rupanya, A bukan satu-satunya korban di sekolah ini. Diduga masih ada beberapa murid lain yang juga mendapatkan perlakuan sama, diantaranya berinisial, L, A, R, I, R, H, semua korban masih duduk di kelas satu dan dua,” Jelasnya.

“Para orang tua korban yang di wakili oleh saudara T pun meminta perlindungan dan pendampingan kepada Komnas Perlindungan Anak Kabupaten cilacap” tambahnya.

Perwakilan dari pihak sekolah Tofik, sebagai pengawas sekolah saat dikonfirwasi oleh para media dan LSM, mengatakan pihakya lagi mencari jalan solusinya yang terbaik, dan musyawarah dengan para orang tua korban pun sudah di tempuh, ia pun menyerahkan semua keputusanya kepada para orang tua korban. Hingga berita ini di turunkan kasus ini masih menunggu tindak lanjut dari pihak kepolisian.(Totong)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
id_IDIndonesian