Oknum Ketua BPD di Desa Sikui, Dituding Terima Dana BLT

oleh -181 views

TEWENEWS, Muara Teweh – Kisruh penyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Desa Sikui, Kecamatan Teweh Baru, diharapkan jadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalteng. Apalagi kabarnya, nama oknum Ketua BPD Sikui, berinisial Sprd, juga tercatat sebagai penerima dana tersebut.

Kabar miris ini dibeberkan ibu Jum, warga Desa Sikui, yang dicoret namanya sebagai penerima BLT. Jum, masuk kategori berhak menerima bantuan dampak pandemi Covid19, karena mata pencahariannya sebagai penjual nasi di sebuah sekolahan terpaksa tutup total. Lantaran sekolah meliburkan.

” Tidak masalah saya dicoret kalau yang menerima dana bukan orang berduit. Dalam daftar penerima BLT, di RT.03, ada nama Ketua BPD. Ada juga mantan Kades nomor urut 12, dan pengusaha di urut 23. Dia punya lahan kelapa sawit,” kata Jum, seorang ibu rumah tangga di Desa Sikui.

Sebelumnya tewenews.com melakukan peneluauran nama penerima BLT, yang diindikasi masih tergolong mampu. Hasilnya cukup mengejutkan, ternayata di antara nama direkomendasikan memang benar memilik penghasilan pantastis.

Dimana ditemukan satu keluarga yang di rumahnya parkir sebuah mobil, tercatat penerima BLT. Ada juga nama warga dengan kondisi rumah semi permanen juga penerima BLT di Desa Sikui. Uniknya pemilik rumah tersebut juga mempunyai rumah tempat budidaya sarang walet.

Rumah pemilik sarang walet penerima BLT yang tergolong mapan itu inisial AB, berada di RT.4 Desa Sikui. Sedangkan pemilik mobil inisial NN, juga di RT.4, tercatat memiliki usaha penyiraman di jalan PT. Austral Byna, dan ada kontrak penyediaan air bersih seharga Rp.60 ribu pertangki.

Sebaliknya kondisi miris terlihat di rumah ibu Jum, tampak sederhana, tapi justru dicoret namanya dari warga miskin penerima BLT di Desa Sikui. Rumah ibu rumah tangga dua anak itu, tanpa teras dan dinding papan. Namun dinding papan itu tanpak belang-belang, sebab sebagian di cat putih, lainnya tidak.

“Ibu Jum hanya sebagian kecil warga yang berhak BLT tapi justru tidak menerima. Pihak relawan pencatat maupun pihak RT, juga warga mapan penerima BLT tidak sepenuhnya salah. Sebab keputusan final daftar BLT diputuskan dalam Musdes,” ungap Jojoh, warga Desa Sikui lainnya.

Terkait itu, Kepala Desa Sikui, Saperani menegaskan, bahwa 190 KK penerima BLT-DD telah melalui mekanisme seleksi dan peninjauan lapangan. Data warga di bahas melalui musyawarah desa khusus (Musdessus).

Sebelum dilakukan penyaluran dana, daftar warga penerima BLT ditempelkan di rumah tiap RT. Setelah itu, ada koreksi terkait nama warga masuk program keluarga harapan (PKH) atau bantuan pangan non tunai (BPNT).

“Awalnya jumlah penerima BLT-DD yang didata sebanyak 220 orang, namun setelah melalui tahapan koreksi jumlah penerima berkurang dan tersisa190 orang,” kata Desa Sikui, Saperani kepada awak media. (Tim)