Oknum Petugas KPPS Desa Tbg Olong II Gelembungkan Suara

oleh -47 views

TEWENNEWS, Puruk Cahu – Tahapan pemilihan umum serentak presiden dan legislatif tahun 2019 memang sudah mencapai tahapan pleno di tingkat provinsi, namun sampai saat ini masih menyisakan masalah yang tampak akan berujung pada gugatan sengketa menuju ranah pidana pelanggaran pemilu.

Salah satunya datang dari petahana, Drs Rimluk S Buhoy Msi, Salah satu caleg dari partai PDIP Kabupaten Mura, dari daerah pemilihan (Dapil) III yang mengaku mengantongi kecurangan yang terjadi pada TPS I dan II Desa Tumbang Omong II Kecamatan Uut Murung, dan diduga dilakukan oleh pihak penyelenggara yaitu Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada kedua TPS.

“Kita sudah secara resmi menyurati pihak Bawaslu Mura terkait dugaan dan fakta yang kami miliki, pada 17 April lalu telah terjadi hilangnya sisa surat suara dan penggelembungan suara salah satu rekan caleg satu partai kami pada kedua TPS tersebut,” kata caleg PDIP yang masih menjabat sebagai Ketua Komisi I DPRD Mura ini kepada PE dikediamannya, Jumat (10/5) malam.

Baca Juga :   Bhabinkhamtibmas Desa Penyang, Sosialisasikan Stop Pungli

Rimluk menambahkan pihaknya sangat mengedepankan tahapan dan proses yang saat ini telah berjalan oleh pihak penyelenggara khususnya KPU dan Bawaslu Mura. Namun kecurangan dalam bentuk penggelembungan suara dilakukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dengan menghapus ataupun menghilangkan data sisa surat suara yang tidak terpakai pada TPS I dan II Desa Tumbang Olong II merupakan unsur pidana pemilu.

Baca Juga :   Masyarakat Wewiku "Kesal" Pemadaman Listrik yang Tak Beraturan

“Kami miliki bukti kecurangan ini dan sudah dilaporkan, sisa surat suara di kedua TPS itu berpindah ke salah satu Caleg nomor urut 1 di PDIP Dapil III,” ungkapnya lagi.

Rimluk mengaku telah juga memiliki saksi kunci dari tiga partai besar yang membenarkan adanya kecurangan ini. “Saksi kita yang berasal dari saksi Partai Nasdem, Demokrat dan PKS siap membuka kasus ini sampai ranah persidangan,” tambahnya.

Anggota DPRD Mura yang juga mantan Kepala Desa ini bersama tim kuasa hukumnya telah melaporkan kecurangan petugas KPPS ini ke pihak Bawaslu Mura beberapa waktu yang lalu, dan berharap kepada Bawaslu Mura mengambil tindakan tegas para petugas KPPS yang telah mencoreng demokrasi ini.

“Kita menemukan modus serupa pada TPS I dan II Desa Tbg Olong II, dan berharap Sentra Gakumdu pada Bawaslu Mura tidak masuk angin terhadap kasus ini, sehingga nantinya ada keputusan peradilan yang inkrah terhadap kasus ini, ” terang Rimluk.

Baca Juga :   Oprasi Antik, Satresnarkoba Polres Murung Raya Tangkap Bandar Sabu Warga Desa Mangkahui

Ditegaskannya lagi bahwa pihaknya akan terus mencari keadilan terkait kasus dugaan pelanggaran oleh penyelenggara pemungutan suara ini sampai kepada ranah pidana. “Unsurnya jelas mereka (penyelenggara.red) sudah mengubah dan menghilangkan dokumen pemilu, dan ini masuk ke ranah pidana,” pungkasnya. (Asmansyah)