Oknum Polisi Barito Timur Diduga Lakukan Penganiayaan Terhadap ASN Dilapangan Futsal

oleh -2.872 views

TEWENEWS, Tamiang Layang – Oknum Aparat kepolisian Kabupaten Barito Timur (Bartim) Polda Kalimantan Tengah, diduga melakukan pemukulan terhadap Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) saat bermain Futsal di Kelurahan Tamiang Layang Kecamatan Dusun Timur.

Korban pemukulan GAF (24) tahun yang merupakan ASN disalah satu kantor kecamatan di Bartim menjelaskan, “Pemukulan yang dilakukan Oknum Polisi Anggota Polres Bartim terjadi pada hari Rabu Februari 2021 di salah satu Lapang Futsal yang ada di Kelurahan Tamiang Layang”, ucapnya kepada wartawan Via Whatsapp, Kamis (11/02/2021).

Terlapor dengan inisial AN melakukan penganiayaan dengan cara memukul kebagian wajah sebalah kiri bawah mata, menggunakan kepalan tangan kosong, lanjutnya

Korban sudah menyampaikan laporan ke Polres Bartim dengan (Laporan Pengaduan Masyarakat) yang mana dalam laporan tersebut tertulis dengan dugaan pemukulan dan ada 4 orang saksi dilokasi.

Baca Juga :   Polsek Tapung Tangkap Bandar Sabu di Desa Petapahan Jaya

Pada awalnya kita main futsal seperti biasanya pada rabu malam kita main-main santai bersama orang-orang staf Sekretariat DPRD dan anggota Polres dan lainnya, sambungnya.

Seperti biasanya kita main-main biasa santai ketawa-ketawa, pada saat main-main seperti biasa ketemulah sama si terlapor pada saat main, lalu si terlapor main dengan kasar, sampai ada salah satu pemain teguling-guling dilapangan futsal saat itu, lanjut GAF menuturkan.

“Saya heran kenapa orang main seperti itu, padahal main biasa aja, waktu itu saya bertanya kepada salah satu teman yang ada dilapangan futsal yang juga sebagai saksi”, ungkapnya.

Waktu pertandingan sudah hampir selesai, si terlapor menendang salah satu pemain lagi di lapangan, saat itu posisi saya sudah berada diluar lapangan futsal tidak bermain lagi, tuturnya.

Waktu itu saya menegur “Santai aja mas main biasa aja ini”

Baca Juga :   Polsek Banjarbaru Timur Tangkap Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

AN langsung menatap saya dengan tatapan tajam, seperti tidak terima dan ingin mengejar saya yang berada di luar lapangan saat itu.

Selanjutnya AN keluar lapangan dan permainan juga langsung berakhir, saat itu AN ditahan oleh beberapa orang yang juga ada dilokasi saat ingin medatangi saya. .

Secara tiba-tiba AN langsung medatangi saya sambil berbicara kasar “Kenapa ikam kada terima kah”(Kenapa kamu tidak terima ya) ucapnya dan langsung melakukan pemukulun kewajah saya”, papar GAF

Saya hanya diam saja tidak melakukan perlawanan dan juga tidak mengeluarkan kata-kata provokatif saat itu.

Rekan-rekan terlapor langsung meminta maaf pada saya, “Kami minta maaf, junior kami memang tidak bisa di kasih tau dan kami sebagai senior malu melihat perlakuannya” tuturnya menceritakan.

Dirinya tetap diam saja setelah itu, walaupun terlapor masih berteriak saat itu, saya tidak menanggapi dan langsung keluar dari lokasi.

Baca Juga :   Pejalan Kaki Tewas Terlindas Truk Tangki di Km 18 Desa Hajak Muara Teweh

Pada waktu saya keluar lokasi Futsal terlapor juga mengeluarkan kata menghina – hina terhadap saya dan terlapor ingin melakukan terjangan, namun saya tidak menghiraukan hal tersebut, jelasnya

Sepertinya terlapor ingin memancing saya dengan mengeluarkan kata-kata “Apa ikam, IPDN mana ikam ” (Kenapa kamu, IPDN mana kamu)” bebernya.

Ini sudah beda permasalahan lagi, bukan masalah pribadi lagi, ini sudah melakukan penghinaan dan pelecehan terhadap institusi saya, dan saya tidak melakukan pembalasan saya hanya membela kehormatan saya, tutupnya.

Sementara Kapolres Bartim, AKBP Afandi Eka Putra, SH,SIK. M.Pict saat di hubungi oleh Wartawan Via whatsapp menanggapi hal tersebut mengatakan bahwa “Akan kita proses sesuai prosedur”, jawab Kapolres singkat. (Ahmad Fahrizali)