Pabrik Karet PT Karya Sejati di Kapuas Produksi Limbah Berbahaya

TEWENEWS, Kuala Kapuas – Pabrik Crumb Rubber PT Karya Sejati perusahaan pabrik pengolahan karet yang terletak di wilayah kelurahan Murung Keramat, Kecamatan Selat Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Selama beberapa tahun terakhir ini memproduksi limbah pabrik pengolahan karet mencemari lingkungan berupa limbah kimia cair, polusi udara dan debu yang hasil pengasapan karet. Limbah dan pencemaran udara itu sangat berbahaya bagi kesehatan.

Polusi debu terjadi pada saat karet yang selesai di asap di turunkan dari tempat pengasapan dengan cara di jatuhkan ke lantai gudang dan mengakibatkan adanya gumpalan debu yang keluar dari pabrik melalui ruang bagian atas pabrik dan menyebar ke lingkungan pemukiman warga yang ada di wilayah sekitar pabrik.

Adapun limbah kimia cair ada yang mencemari lingkungan, hal itu di sebabkan tidak maksimalnya pengelolaan limbah dan instalasi penyaluran limbahnya tidak diproses dengan benar melalui filterisasi pengolahan limbah kimia.

Limbah kimia di duga langsung di buang kesungai. Dampak langsung akibat pencemaran limbah tersebut warga yang bermukim di sekitar wilayah pabrik karet mengalami gangguan kesehatan, air sungai yang di gunakan warga menimbulkan gatal-gatal pada kulit tubuh, polusi debu yang mengganggu pernapasan dan mengotori lingkungan serta limbah berbau busuk yang menggangu penciuman masyarakat sekitar.

Menurut Arsani dan Rahmad mewakili warga menjelaskan kepada media ini bahwa pihaknya sudah menyampaikan dalam sebuah pertemuan tentang permasalahan yang mereka alami kepada perusahaan dan warga meminta konpensasi jaminan kesehatan, tetapi permintaan tuntutan warga tidak dapat di penuhi oleh pihak perusahaan.

Warga minta bentuk jaminan kesehatan agar bisa terdaftar di BPJS kelas II tetapi pihak perusahaan hanya setuju memberikan konpensasi untuk BPJS kelas III, pertemuan akhirnya tidak mencapai kesepakatan.

HRD perusahaan Suyanto yang berada dipabrik dikonfirmasi media ini membenarkan adanya dampak pencemaran lingkungan. Hal itu menurutnya terjadi dikarenakan IPAL untuk sementara ini masih menunggu perbaikan dari pihak tim teknis khusus yang akan di datangkan dari luar daerah.

Dijelaskan pula bahwa untuk polusi debu pihaknya mengantisipasi penyebarannya dengan menggunakan penutup dari terpal.

Sementara itu ketua LSM KIB Kapuas Suryadi, mengatakan soal pencemaran limbah pabrik karet bukanlah hal baru dan sudah beberapa kali diberitakan oleh media tetapi tidak ada tindak lanjut dari pihak pemerintah daerah dan instansi terkait.

” Selama ini seoalah ada pembiaran dan masyarakat sekitar pabrik yang mejadi korban dampak pencemaran lingkungan,” tukas Suryadi sembari menambahkan bahwa soal IPAL milik perusahaan diduga di bangun tidak sesuai ketentuan standarisasi yang di syaratkan pemerintah.

” Faktanya pabrik pengolahan karet tersebut limbahnya berbau busuk yang sangat menyengat dan pembuatan saluran pembuangan limbah kimianya langsung ke sungai.” tegas Suryadi. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
id_IDIndonesian
%d blogger menyukai ini: