Pada Idi Group Fasilitasi Sejumlah Kades di Kecamatan Lahei Barat Studi Banding ke Jawa Barat

oleh -215 views

TEWENEWS, Barito Utara – Guna membuka wawasan, menjalin relasi, dan berpikir lebih maju serta mendapatkan edukasi secara teknis terkait pengelolaan badan usaha, sejumlah Kepala Desa (Kades) dan perangkatnya serta tokoh masyarakat dari Kecamatan Lahei Barat melakukan studi banding ke Provinsi Jawa Barat, dengan difasilitasi oleh Pada Idi Group yang merupakan wujud sinergitas antara PT Pada Idi dan CV. Lahei Jaya Mandiri, perusahaan yang bergerak dibidang tambang batubara.

Perwakilan managemen PT. Pada Idi, Amar Abdillah selaku Dept Head Government, External Relation, & Partnership didampingi Hepi Klisandi (Partnership & External Relation Staff) dan M. Gunawan TH (Permit & Compliance Officer)
Kepada wartawan, Selasa (9/3/2021) mengatakan, kegiatan studi banding tersebut dilakukan agar aparat desa bisa menjadi pelopor di desanya masing-masing sebagai penggagas berdirinya badan usaha yang berbasis dari kelompok petani yang kemudian bersinergy dengan perusahaan.

Baca Juga :   Kamseltibcar Lantas Polres Barut Bagikan Leaflet dan Brosur

“Kegiatan Study Banding ini ke Provinsi Jawa Barat, tepatnya di Kabupaten Pangandaran karena disitu terdapat sejumlah badan usaha yang berhasil hingga beromzet miliaran rupiah dari pengelolaan sumber daya yang ada, boleh kita hidup di kampung tapi harus berpenghasilan seperti orang kota”. ungkapnya, mengutip kalimat dari Kunkun Herwanto selaku Direktur BUMP PT Kapolaga Berkah Pangandaran.

Dipangandaran ini lanjut Amar, ada sebuah koperasi yang mencatatkan kinerja bisnis yang membanggakan dengan mengolah sabut kelapa untuk pasar ekspor, dikatakan produk cocopeat dan coco fiber telah menjalin kerjasama dengan salah satu perusahaan di Jepang dan berkelanjutan hingga saat ini.

Baca Juga :   Selalu rutin melaksanakan olah raga demi jaga kebugaran dan jaga imunitas tubuh

“Koperasi ini mencatatkan omzet miliaran rupiah setiap bulan”, pungkasnya.
Koperasi Produsen Mitra Kelapa (KPMK), demikian nama dari lembaga tersebut, sejak 2014 dirintis 11 pemuda di Desa Cintrakarya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

“Tak butuh waktu lama, usaha kolektif ini
berkembang menjadi perusahaan yang mempekerjakan ratusan orang,” jelasnya.

Selain itu lanjutnya, adapula Badan Usaha Milik Petani (BUMP) PT. Kapulaga Berkah Pangandaran yang berhasil memasarkan hasil pertanian kapulga (kapol) hingga keluar negeri dengan kontrak dagang 3000 ton per tahun, belum lagi kebutuhan pasar dalam negeri yang belum terpenuhi hingga saat ini, serta didapat juga kerajinan Batik Dahon yang menggunakan biji buah dahon sebagai pewarna dasar yang tentunya menambah keunikan serta menambah daya tarik daerahnya.

Baca Juga :   Untuk kenyamanan pelayanan kepada masyarakat serta cegah penularan covid -19 polsek selalu bersih bersih kantor

Adapun peserta Studi Banding yang dilaksanakan pada pada tanggal 24 Februari hingga 2 Maret 2021 ini diantaranya,
Kades Jangkang baru, Syaipullah, Pjs Kades Papar Pujung, Jhon Kennedy, Ketua BPD Jangkang Baru, Jaliadi, tokoh Masyarakat Jangkang Baru, Kamarudin, serta tokoh masyarakat dari Desa Luwe Hulu, Jeinol Hakim sebagai mitra Perusahaan yang didampingi oleh perwakilan Pada Idi Group.

“Semoga pengetahuan dan wawasan yang didapat dari kegiatan ini dapat melahirkan badan usaha untuk menjadi percontohan program CSR yang berhasil khususnya di Kabupaten Barito Utara, dan Kalimantan Tengah umumnya diwaktu mendatang,” tutup Amar Abdillah.

(TWN2)