Paolo Pelukis Muallaf Asal NTT Beraksi di JIC

oleh -197 views

TEWENEWS, Jakarta – “Paolo (54 th) seorang seniman sedang melukis dengan ukuran jumbo di lobi Masjid Raya Jakarta Islamic Centre,” kata Ahmad Juhandi Kepala Sekretriat Jakarta Islamic Centre (7/5/2019).

“Sudah empat hari ini pak Paolo melukis dengan media ukuran 10 m x 5 m yang terletak di lobi masuk masjid. Untuk melukis diperlukan alat bantu stager yang tinggi. Beliau datang ke JIC memang ingin menyumbangkan lukisannya kepada JIC,” jelas Ahmad.

Baca Juga :   Peringati Hari Juang TNI AD, Koramil 03/GP Gelar Baksos di Panti Werdha Wisma Mulia Jelambar

“Filosofi lukisan saya adalah mengingatkan kepada manusia agar mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Karena banyak manusia mendengar kata pocong, kuntilanak pada ketakutan tetapi tidak ada rasa takutnya mendengar kata Allah,” jelas Paolo seorang seniman alumni IKJ.

Paolo dalam mengerjakan lukisannya dibantu oleh istrinya yang selalu mendampingi dan seorang asisten. Lukisan ukuran jumbo tersebut diperkirakan selesai dalam kurun waktu sepuluh hari.

“Saya melukis seperti ini bukan pertama kali tetapi saya sudah melukis di masjid Istiqlal dan di gedung DPR MPR untuk mengingatkan para anggota dewan agar berbuat yang terbaik buat rakyat. Rencananya sih mau melukis di Masjid milik negara Malaysia tapi saya melukis di JIC dulu karena saya warga Jakarta Utara,” urai Paolo seorang muallaf yang mendapat hidayah karena mendengar suara azan.

Baca Juga :   Bersama Kades Kedung Gunung Kaler Tangerang dan Warga Gelar Padat Karya Perbaiki Irigasi

“Lukisan ini menggambarkan bagaimana membolong atau menembus langit. Kalau kita sholat dengan khusuk sampai meneteskan air mata maka air mata tersebut dapat memadamkan api neraka dan bisa menembus ke Sidrotul Muntaha” tandas pria berambut panjang asal NTT tersebut.

“Lukisan ini saya wakafkan ke Jakarta Islamic Centre. Sebagai bentuk dakwah saya melalui seni lukis. Selama masih bagus dan tidak rusak. Semoga para penikmat seni bisa mengambil pelajaran dari filosofi lukisan ini” tutup Paolo. (M.Solichin)