Partisipasi Pemilih Rendah, Suara Golput Lampaui Suara Paslon

oleh -12 views

TEWENEWS, Muara Teweh – Pemilukada di Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalteng, memasuki tahap rapat pleno ditingkat PPK. Namun melihat banyaknya pemilih yang tak mendapatkan hak suaranya, patutlah dijadikan bahan evaluasi kedepanya.

Apalagi ketidakpuasan warga terhadap penyelenggaraan Pemilukada Barut, bukan saja soal akibat kesalahan teknis. Dimana kertas suara di TPS banyak tak terpakai, karena pemilih dalam DPT justru tak dapat undangan.

“Kasus terjadi di Teweh Baru itu cukup unik. Bayangkan dalam satu rumah ada sembilan orang masuk DPT, tapi hanya seorang di antaranya dapat undangan coblos dari petugas TPS. Wajib di evaluasi, agar pesta demokrasi berjalan baik di Barut,” ungkap Bodhong, warga Sikui, Sabtu (30/6/2018).

Dilain pihak, berdasarkan analisa tewenews.com, ternyata tingkat partisipasi pemilih pada Pemilukada Barut periode 2018-2023 hanya 51 ribu lebih. Artinya ada sekitar 43.333 pemilih, bila merujuk DPT 95.521 pemilih di pilkada Barut.

Jumlah pemilih ini dihasilkan dari perolehan suara paslon sebagaimana dirilis melalui hitungan cepat KPU Kalteng. Dimana paslon 1 Nadalsyah-Sugiyanto memperoleh 36.233 suara, paslon 2 Taufik-Ompie meraih15.455 suara.

Ironisnya, perolehan suara pemenang Pemilukada Barut versi hitungan cepat KPUD masih kalah jumlahnya dibanding suara golput. Meski suara golput termasuk didalamnya surat suara rusak saat pencoblosan.

Namun belakangan, perolehan versi hitungan cepat KPUD yang diperoleh dari laman website KPU Kalteng, justru tidak sepenuhnya dibenarkan oleh anggota komisioner KPUD Barut, Rututman.

“Kami tidak merelease Quickcount. Apabila ada juga tidak bisa dipublikasikan. KPU hanya akan menerangkan secara resmi perolehan suara secara realcount nantinya,” tegas Rututman. (tim)