Pasien Meninggal Dunia Berstatus PDP Ditolak Dikuburkan di Anjir Mambulau Barat

oleh -209 views

TEWENEWS, Kuala Kapuas – Peristiwa kurang elok terjadi saat akan melaksanakan pemakaman mayat perempuan berumur 39 tahun warga jalan Kapuas Seberang Kelurahan Dahirang Kecamatan Kapuas Hilir Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, yang mana almarhumah adalah pasien berstatus PDP dan sempat dirawat di RSU dr H Sumarno Sosroatmodjo Kapuas, telah meninggal pada hari Rabu tgl 13 Mei 2020.

Kapolres Kapuas AKBP Esa Estu Utama melalui Kapolsek Anjir Serapat Timur Iptu Siti Rabiyatul Adawiyah SH.MM mengatakan bahwa pada Rabu sore tanggal 13 Mei 2020 di Lingkungan Masjid Al Muhajirin Desa Anjir Mambulau Barat Kecamatan Kapuas Timur telah datang tim relawan Muhamadiyah sebanyak 3 rombongan yang akan melaksanakan pemakaman jenazah bersangkutan.

Kapolsek menjelaskan bahwa dari pihak keluarga menginginkan jenazah dimakamkan di lingkungan alkah Masjid Al Muhajirin Desa Anjir Mambulau Barat Kecamatan Kapuas Timur, karena pelaksanaan penggalian makam sudah di lakukan oleh Tim Covid Kabupaten, namun pada saat rombongan jenazah memasuki lingkungan alkah, bebebrapa warga setempat melihat adanya petugas yang turun dari mobil menggunakan pakaian APD, lalu ada beberapa warga yang keberatan dan menolak rencana penguburan itu dan kemudian memanggil serta berusaha memprovokasi warga sekitar sehingga massa yang berkumpul makin banyak dan mereka kemudian bersama sama melakukan penolakan.

“Adapun alasan penolakan oleh warga sekitar di komplek lingkungan pemakaman adalah karena takut akan adanya penularan virus corona, penyakit yang dalam pemikiran warga tersebut dibawa oleh jenasah dan petugas pemakaman,” ungkapnya.

Dijelaskannya bahwa jenazah bersangkutan adalah pasien status PDP yang dirawat di RS Kapuas yang telah meninggal pada hari Rabu tgl 13 Mei 2020 di RS Kapuas sekitar pukul 06.00 WIB.

“Sebenarnya kami sudah berupaya membantu melakukan mediasi dengan warga setempat agar bisa menerima kondisi yang sedang dialami, karena semuanya sudah ditangani sesuai dengan prosedur serta memberikan penjelasan kepada warga setempat bahwa penggunaan baju APD Protokol adalah memang sesuai Prosedur penaganan pasien.” Paparnya lagi.

Sehubungan dengan penolakan warga setempat tersebut dan atas kesepakatan keluarga, pemakaman dipindahkan di Alkah Muhamadiyah gang Kasturi jalan Pemuda Kelurahan Selat Dalam Kecamatan Selat Kabupaten Kapuas.

“Saat kegiatan proses pemakaman tadi semuanya berjalan dengan lancar, situasi aman dan kondusif.” pungkas Siti Adawiyah.
(Sofyan Hadi)