Pat Gulipat Proyek  Rp2,3 Milyar di SMK1 Gunung Timang Mulai Terkuak

oleh -131 views

TEWENEWS,Muara Teweh – Proyek swakelola program pendidikan menengah dengan kegiatan Pembangunan USB SMK Gunung Timang,pekerjaan pembuatan ruang kantor,ruang praktik siswa untuk ruang kelas dan WC dengan nilai kontrak sebesar Rp 2 ,320 Milyar yang di kerjakan pada tanggal 22 Juli 2016 lalu itu masih menjadi tanda tanya.

Pasalnya,empat kepala desa yaitu desa Ketapang,Rarawa,Malungai,Walur dan kepala Desa Baliti masih mempertanyakan keberadaan bangunan SMK 1 Gunung Timang di desa ketapang sesuai dengan surat pernyataan keberatan bersama yang mereka olah beberapa waktu lalu.

Pertanyaan yang sama juga dilontarkan,Alpian anggota LSM di Barut,Dia dengan tegas menyampaikan bahwa sesuai dengan aspirasi yang berkembang dan yang terjadi di wilayah desa ketapang tentang keberadaan sekolah SMKN1 Gunung Timang di desa Ketapang sampai sekarang untuk bangunan pisiknya tidak ada.

“Setahu saya Sekretaris Daerah saat itu meminta SMKN1 Gunung Timang tetap berada di Desa Ketapang,dan untuk bangunan yang ada di Desa kandui itu adalah untuk SMKN1 Kandui,”Ujarnya di Muara Teweh (25/4/2018)

Ditambahkan Alpian yang menjadi masalah adalah kenapa dana yang berasal dari pusat untuk SMKN1 Ketapang di pakai untuk pembangunan sekolah lain.

“Ada surat pernyataan keberatan bersama nomor : 593/01/Pem.Ktp/X/2016 yang juga di tandatangani oleh ketua tim pendiri SMKN 1 gunung timang di ketapang mereka sama sekali tidak mengetahui dan tidak dilibatkan dalam perencanaan pembangunan tersebut,”tegas Alpian

Di paparkan Alpian dirinya  bingung,dari informasi yang di dapat bahwa kepala sekolah yang telah difinitif dan  ada Surat Keputusan dari dinas pendidikan mengatakan tidak mengetahui siapa panitia  pembangunan sekolah tersebut padahal yang di ketahui dana tersebut peruntukannya adalah untuk SMK1 gunung timang di ketapang.

“informasi  yang sama juga saya dapatkan dari ketua komite sekolah saat itu.Dia menyatakan tidak mengetahui dan tidak pernah dilibatkan dalam perencanaan pembangunan sekolah tersebut dan dewan pendirinya pun demikian,”pungkas Alpian.(agustian)