Peduli Penghijauan, Polres Bartim Tanami Ratusan Pohon

oleh -79 views

TEWENEWS, Tamiang Layang – Dalam rangka merealisasikan program Polri Peduli Penghijauan, Polres kabupaten Barito Timur (Bartim) provinsi Kalimantan Tengah, lakukan kegiatan penanaman pohon buah – buahan dilingkungan Mapolres dan asrama, Jumat (10/01/2020).

Kegiatan penanaman pohon yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bartim AKBP Zulham Effendy SIK, MH, diikuti Ketua DPC Bhayangkara beserta jajarannya, turut hadir Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas, Ketua Pengadilan Tamiang Layang Deni Indrayana, Kasi Intel Kejaksaan, Perwira Penghubung Kodim 1012 Buntok, Rutan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Lingkungan Hidup.

Baca Juga :   Peringati HUT Bhayangkara ke-75, Polres Kapuas Lakukan Penyemprotan Disinfektan dan Bagikan Masker

Kapolres Bartim AKBP Zulham Effendy SIK, MH mengatakan “Kegiatan penanaman pohon ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia sesuai perintah Kapolri agar kita peduli terhadap lingkungan”, ucap Zulham.

Untuk pohonnya memang kita di Polres Bartim sengaja menanam pohon buah-buahan, rambutan, durian dan mangga, dengan menanam pohon buah-buahan, kita mendapatkan dua manfaat. Yang pertama penghijauan, kedua buahnya bisa dimanfaatkan untuk anggota dan masyarakat.

Baca Juga :   Sambangi Warga, Personil Polsek Katingan Tengah Sosialisasi Larangan Penambangan Ilegal

Menurut Zulham, penanaman pohon buah, akan ditanam 600 pohon lebih nantinya, diareal Mapolres ada sekitar 300 lebih pohon yang ditanam, selebihnya akan ditanam di jajaran Polsek yang ada di Bartim, kareana diwilayah Polsek arealnya juga cukup luas, jarak tanamnya ada 6 X 6 meter ada juga 6 X 7 meter, saat pohonnya tumbuh tinggi tidak mengganggu satu sama lainnya.

Baca Juga :   Jaga Keamanan Mako, Kanit III SPKT dan Propam Polresta Palangka Raya Cek Kondisi Ruang Tahanan

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bartim melalui Dinas Pertanian yang telah membantu Polrea Bartim memberikan bibit pohon buah – buahan, semoga ppohon ini bisa tumbuh dan berbuah”, pungkasnya. (Ahmad Fahrizali)