Pegiat Literasi Itu Melenggang Ke Indrapura

TEWENEWS, Surabaya – Diana Amaliyah Verawatiningsih atau akrab dipanggil Diana Sasa merupakan salah satu wajah baru di DPRD Provinsi Jawa Timur. Keberhasilannya melenggang ke Indra pura di luar dugaan. Perempuan yang dikenal sebagai pegiat buku ini, melakukan proses politik “anti-mainstream.”

“Pertarungan di politik, bukan sekadar strategi dan modal yang banyak. Masyarakat juga butuh pendidikan. Masyarakat butuh harapan. Kita harus mampu meyakinkan mereka, kita adalah harapan,” tuturnya ditemui seusai pelantikannya di Indrapura, Sabtu 31 Agustus 2019.

Politisi perempuan 39 tahun kelahiran Pacitan itu menambahkan, 31 ribu suara yang memastikan dirinya merebut 1 kursi dari 3 kursi yang diraih PDI Perjuangan di Dapil 9 ini, membuktikan, masyarakatnya sudah mulai rasional dalam memilih.

“Saya tidak pasang banner seperti caleg-caleg lain. Yang saya lalukan bertemu langsung dengan masyarakat. Tidak ada pertemuan-pertemuan skala besar. Saya mendatangi teman-teman pecinta buku satu persatu. Lalu keluarga mereka. Mereka pun bergerak membantu saya,” jelasnya.

Alumni Unesa ini juga mengingatkan, selain kerja keras para relawan pecinta buku, keberhasilannya juga tidak lepas dari kesungguhan kerja politik seluruh caleg dan struktural PDI Perjuangan di dapil. Kata Sasa, keberhasilan PDI Perjuangan meraih 3 kursi dari 12 kursi yang diperebutkan di dapil 9 tidak terlepas kerja politik gotong royong para caleg. Baik caleg DPRD kabupaten, caleg DPRD provinsi maupun caleg DPR RI, menurutnya mampu melakukan kordinasi untuk pembagian area konsolidasi.

Baca Juga :   Dr. Harmanta, Kepala Grup Advisory BI Jatim, jadi Pembicara di Acara Dialog Publik HMMI Wilayah IV di Unida Gontor Ponorogo

“Karena saya pegiat literasi, maka saya mendapatkan area konsolidasi bersama pegiat literasi, seniman dan pemilih milenial. Dengan pegiat literasi, saya mendapati aspirasi-aspirasi segar pentingnya membangun narasi kebangsaan dan kemasyarakatan dari sisi keberaksaraan. Intinya, masyarakat yang cerdas akan melahirkan politisi yang cerdas,” tutur perempuan kelahiran 28 Maret 1980.

Pendiri perpustakaan Dbuku juga menceritakan perjalanan nyalegnya. Meski sempat gagal dalam 2 kali pemilu, Srikandi PDI Perjuangan itu tak pernah patah semangat. Sasa pernah maju di Pileg 2009 dan 2014 tetapi gagal.

“Alhamdulillah untuk partisipasi yang ke-3 ini mendapat amanah dan kepercayaan masyarakat pemilih. Lebih bahagia, keberhasilan ini saya capai bersama orang-orang yang punya imajinasi untuk mensejahterakan masyarakat dengan kemandirian. Masyarakat buku itu masyarakat yang cerdas dan nandiri. Makanya, tanggung jawab saya sekarang bukan sekadar menjalankan tugas legislatif sebaik-baiknya. Saya juga harus melakukan pemberdayaan dan pendidikan politik berbasis literasi. Komunitas-komunitas buku yang banyak berinteraksi dengan saya, harus saya dorong untuk lebih produktif. Kita tidak hanya kajian-kajian saja. Para pecinta buku harus mampu menyemai rasa optimis dan etos kerja yang tinggi. Sehingga masyarakat lebih mandiri dan produktif,” urainya.(Anang F)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: