Pekerjaan Aula SMAN 1 Muara Teweh Asal-Asalan, PLT Kepala Dinas Provinsi Bungkam

oleh -155 views
Foto : Ramli, Ketua LSM KPKN Cabang Barito Utara.

TEWENEWS, Muara Teweh – Pembangunan Aula Pertemuan Sekolah pendidikan Menengah SMAN 1 Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, mengunakan anggaran dari APBD Provinsi sebesar Rp 1,5 Miliar, ditengarai oleh Anggota DPRD Barito Utara H.Tajeri dari Partai Gerindra sebagai pekerjaan asal-asalan. Pejabat Dinas Pendidikan Provinsi bungkam.

PLT Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, H.A. Syaifudi,S.PD.M.S.M., ketika dikonfirmasi mengenai pekerjaan aula pertemuan tersebut melalui pesan WhatsApp tidak memberikan jawaban kepada pertanyaan wartawan, meskipun status terkirim dan terbaca.

Kemudian wartawan juga coba menghubunggi Kepala Sekolah SMAN 1 Muara Teweh, Rajikinor, ia mengatakan pekerjaan tersebut hingga saat ini belum diserah terimakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi ke SMAN 1 Muara Teweh

Ditanya mengenai pemasangan kramik pada lantai bangunan aula yang telihat melebar kesamping dijawab Rajikinor, “ Tidak begitu melihat juga,” katanya singkat melalui WhatsApp.

Menangapi hal itu Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Komunitas Pemantau Korupsi, Ramli mengatakan ini menjadi pertanyaan publik, kenapa para pemangku kepentingan terkesan bungkam alias tutup mulut.

” Ini ada apa, siapa sebenarnya Direktur CV.EVY yang berpusat di Kuala Kapuas itu, sepertinya pejabat di tingkat provinsi takut untuk memberi teguran atas pekerjaan yang dilakuan oleh perusahaan itu,” ujar Ramli di Muara Teweh, Sabtu (22/1/2022).

Ia menambahkan lembaganya akan terus memantau hal ini, kami ingin pembangunan yang mengunakan anggaran negara harus sesuai dengan spek pekerjaan.

” Masa pemasangan kramik saja bisa melebar kesamping, artinya ini bangunan tidak siku, dan kita juga mempertanyakan pengawasan dari item pekerjaan tersebut,” ucap Ramli.

Seperti diketahui, Paket Pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV.EVY Pusat Kuala Kapuas, senilai Rp1,5 miliar lebih itu untuk pemasangan keramik terkesan asal-asalan, pasalnya tidak memenuhi estetika karena pemasangan terlihat lebar dan kecil ke samping.

Begitu juga untuk pemasangan plafon dari bahan kasibot, sudah mulai terlepas, serta tidak ada pemasangan kramik ditangga untuk naik ke lantai dua menuju gedung pertemuan itu.

Menanggapi hal itu Politisi senior dari Partai Gerindra, Dr.H.Tajeri, SE.,SH.,MH, mengatakan pekerjaan itu asal jadi.

” Proyek asal jadi, pengawasnya dimana,” kata H.Tajeri, melalui pesan singkat WhatsApp, Kamis (20/1/2022) lalu.(Tim)