Pekerjaan Box Culvert Ambruk, Kades Sarapat Ertino : Jangan Dikerjakan Asal – Asalan

TEWENEWS, Tamiang Layang – Pemerintah desa Sarapat kecamatan Dusun Timur kabupaten Barito Timur (Bartim) provinsi Kalimantan Tengah, harapakan Box Culvert yang ambruk diwilayah agar bisa cepat diperbaiki, namun tetap menjaga kualitas pekerjaannya, jangan dikerjakan asal – asalan.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Desa (Kades) Sarapat Ertiono “Saya berharap agar perbaikan Box Culvert yang ambruk bisa secepatnya diperbaiki dan kualitasnya harus diperhatikan, jangan asal – asalan, karena jalan tersebut sering dilalui truk angkutan”, ucap Ertiono, Rabu (22/01/2020)

Box Culvert merupakan material beton yang banyak digunakan untuk keperluan saluran air sehingga ia banyak dikenal masyarakat dengan sebutan gorong-gorong. Bentuk Box Culvert sendiri kotak atau persegi sesuai dengan nama yang diberikan.

Sebelum viral Dimedia sosial facebook foto Box Culvert yang ambruk, merupakan jalan kabupaten, saya sudah mengirimkan di grup Whatshaap kabupaten, saya pertanyakan digrup WA tersebut baru sekitar dua bulan dikerjakan Box Culvert di desa Sarapat, tempatnya di Dusun Eba Raya ambruk.

Menurut Ertiono, sehari setelah diunggah foto Box Culvert tersebut, langsung dibongkar bagian yang rusaknya, saat saya lewat tadi dijalan tersebut masih belum ada aktifitas, disekitaran tempat tersebut cukup berbahaya bagi pengendara.

Baca Juga :   BPP Kecamatan Paju Epat Sediakan Klinik Konsultasi Agribisnis

Memang ada laporan ke saya saat akan dikerjakan Box Culvert yang ambruk tersebut, kalau masalah dananya kita kurang tau, yang jelas pekerjaan tersebut dikerjakan oleh dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bartim.

Sebelumnya Kepala Dinas PUPR Bartim Yumail J Paladuk mengatakan “Sisi jembatan yang ambruk itu konstruksi pembesian maupun takaran campuran bahan cor tidak memenuhi standar untuk jembatan. Sedangkan sisi lain yang tidak ambrol dijamin konstruksinya bagus karena saat pengerjaannya diawasi langsung oleh saya”, ucap Yumail, pada selasa 21 januari 2020.

Menurutnya perbaikan jembatan tersebut dilakukan secara swakelola dengan menggunakan dana Unit Perawatan Rutin (UPR) Jembatan sebesar Rp28 juta.

“Saya meminta supaya tukang yang mengerjakan jembatan itu agar tidak lagi mengerjakan pekerjaan PUPR, karena pekerjaannya memang asal-asalan termasuk cara pembesianya”, lanjutnya.

Pada perbaikan kali ini, Box Culvert tersebut dibongkar kembali dan untuk memastikan pembesiannya benar-benar kuat rangkaian besi bentonnya dilas. Besok (rabu) kami akan pasang slabnya, teman-teman wartawan bisa ikut memantau sekaligus melihat cara pembesian yang benar sehingga lain waktu bisa ikut mengawasi proyek pengerjaan jembatan. (Ahmad Fahrizali)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: