Pekerjaan Proyek Turap Desa Rarawa, Diduga “Asal-Asalan”

oleh -148 views

TEWENEWS, Muara Teweh – Pekerjaan proyek Turap yang Ambruk di Desa Rarawa, Kecamatan Gunung Timang, mendapat perhatian BPK, ditandai dengan rekomendasi pekerjaan ulang.

Berdasarkan pengamatan, proyek tersebut diduga dikerjakan “asal-asalan”. Dimana banyak material proyek dipasang tidak berdasarkan standar kontruksi

Menurut salah seorang warga setempat Mikael mengatakan, untuk cerucuk saja tidak di tanam sampai ke tanah keras, ia juga menjelaskan pekerjaan tersebut sebelum serah terima pertama sudah retak buktinya ada bekas tambalan plasteran dari semen.

Baca Juga :   Sampaikan Pesan Kamtibmas, Satpolairud Polres Seruyan Sambangi Masyarakat Pesisir

“Untuk kualitas yang maksimal seharusnya pondasi awal digali dengan kedalaman yang sudah ditentukan dalam RAB. Dibuat penahan arus, sebagai penghalang, agar air tidak membanjiri lokasi yang sedang dikerjakan,” katanya kepada tewenews.com

Syukur warga Desa Rarawa juga hampir senada dengan Mikael, ia mengatakan kejadian proyek itu ambruk, justru saat pekerja sedang melakukan pemadatan timbunan. Belum selesai pekerjaan, bangunan sudah retak, sebelum longsor katanya kepada tewenews.com.

Baca Juga :   Resahkan Warga, Puluhan Remaja Diamankan saat Aksi Bali

“Kalau ada yang bilang turap ini ambruk akibat banjir, itu salah besar. Sebab saat bangunan turap itu retak dan amblas, kondisi sungai sedang surut,  terlihat pemasangan besi pada dinding terkesan seperti di tempel, jarak kolom besi, ukuran besi juga menjadi pertanyaan apakah sesuai SNI selanjutnya apakah pekerjaan itu sesuai dengan RAB yang sudah di tentukan, sesuai metode pelaksanaan,” paparnya.

Proyek tersebut dikerjakan CV. Mahkota Satrina, beralamat di Jalan AMD I no 55 Buntok, Barito Selatan, sebagai pemenang tender dengan harga penawaran Rp 1.481.650.000.

Baca Juga :   Polsek Pulau Petak Tingkatkan Patroli Malam Sembari Ingatkan Masyarakat Bahaya Covid-19

Proyek dengan pagu anggaran kurang lebih Rp 1,4 miliar tersebut diduga di kerjakan tidak sesuai petunjuk teknis sehingga berdampak pada kualitas pekerjaan yang terancam ambruk. (Tim)