Pelatihan Pengawas TPS Tahap II, Ini yang Ditekankan Panwascam Teweh Tengah

TEWENEWS, Muara Teweh – Sebagai upaya untuk memaksimalkan pengetahuan pengawas tempat pemungutan suara (PTPS) dalam melaksanakan tugas pengawasan pada Pemilu serentak tahun 2019, Panwaslu Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara (Barut) Kalimantan Tengah kembali menggelar Pelatihan tahap II yang diikuti oleh seluruh PTPS se-Kecamatan Teweh Tengah di gedung Balai Antang Muara Teweh, Rabu (10/4).

Acara yang dibuka oleh Ketua Bawaslu Barut, H. Alamsyah tersebut dihadiri Sekcam Teweh Tengah, Asmuri Spd, perwakilan Danramil Teweh Tengah, Ketua dan Anggota Panwascam Teweh Tengah, PPK Kecamatan Teweh Tengah, Elvi Rahmawati dan PTPS Kelurahan Melayu, PTPS Kelurahan Lanjas, dan sejumlah PTPS desa yang masuk di wilayah Kecamatan Teweh Tengah.

Menurut Alamsyah, sangat penting untuk dilakukan pengawasan saat pemungutan dan penghitungan suara agar tidak terjadi kesalahan dan kekeliruan maupun kecurangan, sehingga pelanggaran yang berpotensi menjadi sengketa pemilu dapat dicegah.

“Tugas pengawas itu pertama mencegah kedua mengawasi ketiga menindak di TPS. Jadi pencegahan sangat perlu agar tidak terjadi kecurangan,”Tegas Alamsyah.

Baca Juga :   Manunggalnya Babinsa Koramil 04/Sepaku Bersama Masyarakat Bantu Bangun Rumah Warga

Dikatakannya, dengan mengikuti kegiatan pelatihan ini diharapkan pengawas TPS dapat lebih memahami dan mengetahui tugas-tugasnya sehingga seluruh kegiatan di tempat pemungutan suara dapat berjalan lancar dan tertib.

Hal senada juga disampaikan Ketua Panwaslu Kecamatan Tengah, Muhamad Nasution yang mengatakan bahwa pelatihan Pengawas TPS tahap II ini sesuai instruksi Bawaslu RI untuk memaksimalkan tugas dan wewenang para pengawas dalam pelaksanaannya sehingga tercapai Pemilu yang adil dan transparan.

“sebagaimana telah diatur dalam Pasal 114 Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, sehingga semua proses persiapan pemungutan suara, pelaksanaan pemungutan suara, persiapan penghitungan suara, pelaksanaan penghitungan suara dan pergerakan hasil penghitungan suara dari TPS ke PPS,” ungkap Nasution.

Ditambahkannya, selain itu diharapkan dengan pelatihan ini nantinya akan menjadi modal kuat bagi Pengawas TPS dilapangan serta bisa menjalin koordinasi dengan penyelengara pemilu setempat.(TWN2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: